Sulsel ~ Aspirasi telah dititipkan, seraya kerinduan mendalam tentang Kampung tercinta. Kemudian harapan di antara kita untuk memandang Kota Makassar, berlayar keadilan ekonomi dan manusia bertilam pandang pada surat “siri’ na pacce” — kehormatan dan solidaritas sosial — biar orang lain menyaksikan kemajuan bangsa kita selamanya.
BATEKU MI – u’rangi #KoPigiKeliling
Di tengah riuhnya suara yang berharap perubahan, muncul sosok yang tak pernah lelah menjadi jembatan antara harapan rakyat dan kebijakan yang digariskan: Zainal CRS. Ia dikenal luas bukan hanya sebagai aktivis yang vokal saat demonstrasi, melainkan sosok yang banyak menjadi tempat berguru bagi mereka yang baru pertama kali berani menyuarakan isi hati. Di sela-sela perjuangan yang kadang terasa berat, candaan dan lelucon lucu yang ia lontarkan kerap menjadi penawar lelah, mengingatkan semua orang bahwa semangat tak harus selalu berjalan dengan wajah masam.
Zainal selalu hadir untuk membantu masyarakat yang tertindas oleh kebiadaban kebijakan yang tak berpihak. Ia selalu membekap dan menguatkan, sekaligus membantu mengalirkan suara pedagang pasar maupun pedagang lainnya yang sering kali terabaikan suaranya. Baginya, setiap aspirasi yang terungkap adalah bagian dari siri’ na pacce: menjaga kehormatan sesama manusia dengan berdiri bersama dalam solidaritas.
Kini, di tengah kerinduan akan kampung halaman dan harapan akan keadilan ekonomi yang nyata, pertanyaan yang menggema di hati banyak orang tetap sama: Apa kabar Walikota? Apakah suara yang telah dititipkan, jeritan yang telah disuarakan, dan harapan yang telah digantungkan akan benar-benar didengar dan diwujudkan? Semangat Zainal dan rakyat yang ia wakili adalah bukti bahwa selama kehormatan dan solidaritas masih dijunjung, perjuangan untuk kemajuan yang adil dan merata tak akan pernah berhenti.
Korwil Sulsel Isramal.,”










