Kasus Curanmor Kembali Terjadi di Rantau Pulung, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

banner 468x60

 

KUTAI TIMUR – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kali ini, sebuah sepeda motor Honda Vario 160 berwarna merah dengan nomor polisi KT 2153 RBH dilaporkan hilang dari halaman rumah pemiliknya di Desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung, pada Senin (27/7/2026) dini hari.

 

Berdasarkan laporan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dugaan aksi pencurian terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Kendaraan milik warga bernama Ruslang itu sebelumnya diparkir di halaman rumah dalam keadaan terkunci rapat.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, motor tersebut masih digunakan oleh anggota keluarga sekitar pukul 21.30 Wita untuk keperluan membeli rokok. Sekembalinya ke rumah, kendaraan diparkir seperti biasa. Bahkan sekitar pukul 00.00 Wita, penghuni rumah sempat mengecek dan memastikan motor masih berada di tempat semula.

 

Namun saat menjelang waktu salat Subuh sekitar pukul 05.00 Wita, pemilik rumah mendapati motor tersebut sudah tak ada lagi di lokasi parkir. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan kunci kendaraan masih tersimpan aman di dalam rumah.

 

Ciri-ciri kendaraan yang hilang adalah Honda Vario 160 warna merah, dengan kondisi standar samping hampir patah serta bagian bagasi mengalami kerusakan.

 

Khoirul Arifin menilai kejadian ini menjadi peringatan bahwa pelaku pencurian kini semakin berani dan memanfaatkan celah sekecil apa pun. “Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pelaku pencurian kendaraan bermotor kini semakin berani dan memanfaatkan setiap kelengahan masyarakat. Meski kendaraan diparkir di dalam lingkungan rumah, risiko pencurian tetap ada apabila sistem pengamanannya kurang maksimal,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, meningkatnya kasus curanmor tak sekadar merugikan materi, melainkan memupus rasa aman warga. “Kami mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda, memasang CCTV apabila memungkinkan, memperbaiki penerangan lingkungan, serta kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama,” pesannya.

 

Warga pun diminta tak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian maupun perangkat desa.

 

Sayangnya, kasus serupa kerap berulang di wilayah ini. Warga pun menyampaikan harapan agar aparat hukum, khususnya Polsek Rantau Pulung dan Polres Kutai Timur dapat bertindak lebih tegas dan serius menindaklanjuti kasus yang terjadi. Masyarakat mengaku mulai merasa was-was dan khawatir keamanan lingkungan tidak lagi terjaga dengan baik.

 

Koordinator Pengembangan Wartawan.,”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *