Sinergi Tiga Pilar: Kapolda Jambi, Gubernur Jambi, dan Danrem Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Tanjung Jabung Timur

banner 468x60

 

JAMBI – Guna memastikan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berjalan secara optimal, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.IP., M.M., turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dan evaluasi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis (27/8/2026).

 

Kehadiran pimpinan tertinggi unsur keamanan dan pemerintahan daerah ini merupakan wujud nyata sinergi yang kokoh antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan dalam merespons ancaman kebakaran yang terus mengintai wilayah Jambi.

 

Rombongan menuju lokasi titik panas (hotspot) yang berada di kawasan Taman Nasional Berbak, tepatnya di Dusun Pingai Rejo, Desa Rawasari, Kecamatan Berbak. Setibanya di lokasi, Kapolda Jambi beserta rombongan tidak hanya melakukan pengamatan, namun juga turut serta langsung melakukan penyiraman pada titik api yang masih terdeteksi sebagai upaya penanganan sekaligus pendinginan area yang terdampak.

 

Selain fokus pada penanganan teknis kebakaran, kunjungan tersebut juga diisi dengan kepedulian terhadap warga yang terdampak asap dan gangguan akibat kebakaran. Sebanyak kurang lebih 30 paket sembako diserahkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari kepolisian dan pemerintah daerah.

 

Dalam keterangannya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tugas besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pihaknya telah mengerahkan ratusan personel terbaik yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk menjalankan fungsi mulai dari pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan area, hingga penegakan hukum yang tegas namun berkeadilan.

 

“Di lapangan ada lebih dari 300 anggota kita yang terlibat dalam Satgas Karhutla. Ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menangani Karhutla, mulai dari pencegahan sampai dengan penanganan di lapangan,” ujar Kapolda Jambi.

 

Terkait aspek penegakan hukum guna memberikan efek jera, Kapolda menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian telah menangani 7 kasus dengan melibatkan 8 tersangka yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami fakta lapangan untuk menentukan apakah terdapat unsur kesengajaan atau faktor lain yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

 

“Untuk tujuh kasus dengan delapan tersangka masih terus kita dalami. Penyidik akan memeriksa dan mengkonfirmasi seluruh fakta yang ada di lapangan untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan maupun faktor lainnya. Proses hukum akan dilakukan secara profesional berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang ditemukan,” jelasnya.

 

Di akhir kunjungan, Kapolda kembali menekankan bahwa kunci utama keberhasilan mengatasi masalah Karhutla terletak pada pencegahan dan kesatuan langkah seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, pihak perusahaan, hingga warga untuk bersatu menjaga lingkungan dan meninggalkan kebiasaan pembakaran lahan yang berisiko tinggi memicu kebakaran meluas.

 

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi yang paling penting adalah pencegahan. Masyarakat dan seluruh pihak harus bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu Karhutla,” tegasnya.

 

PMBcom, Kaltim.,”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *