Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri Berikan Pemahaman Pencegahan Karhutla di Kubu Raya

banner 468x60

 

KUBU RAYA – Tim Satgas Edukasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Program Studi S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Kubu Raya, Kalimantan Barat, terkait bahaya, pencegahan serta dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (27/8/2026).

 

Kegiatan lapangan dilaksanakan di lingkungan warga Desa Arang Limbung, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi kebakaran di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri S2-STIK bergerak bersama personel Polres Kubu Raya untuk berdialog secara terbuka dengan tokoh masyarakat dan warga setempat. Materi utama yang disampaikan berfokus pada larangan tegas membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih lagi di tengah musim kemarau yang rentan memicu perluasan api yang sulit dikendalikan.

 

Tim juga menyediakan ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai masukan serta kendala teknis yang dihadapi di lapangan terkait penanganan kebakaran yang terjadi.

 

Tidak hanya berupa sosialisasi, rombongan juga turun langsung meninjau lokasi kebakaran lahan milik warga di Desa Limbung. Di titik kejadian, tim memantau langsung upaya pemadaman yang sedang dijalankan oleh unsur gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta personel TNI.

 

Dari hasil pengamatan di lokasi, teridentifikasi kendala utama berupa keterbatasan dan kesulitan mendapatkan sumber air yang memadai untuk proses pemadaman, terutama saat curah hujan rendah. Hal ini menyebabkan upaya penanganan api menjadi lebih berat dan menuntut kerja sama lintas sektor.

 

Selain itu, kebakaran juga menghasilkan kabut asap yang cukup pekat. Kondisi ini tidak hanya menurunkan jarak pandang bagi pengguna jalan, tetapi juga berisiko tinggi mengganggu kesehatan pernapasan warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.

 

Tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat merumuskan solusi bersama, baik dalam hal penyediaan sumber air yang berkelanjutan maupun memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak berulang.

 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari upaya strategis Polri guna menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap bahaya Karhutla.

 

“Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata, namun membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau karena api sangat cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Kombes Bambang.

 

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan edukatif perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pola pikir sadar lingkungan semakin kuat.

 

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras masyarakat dan seluruh unsur di lapangan dalam memadamkan api. Sinergi erat antara Polri, TNI, BNPB, MPA, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama agar setiap kejadian karhutla dapat segera dituntaskan tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas,” pungkasnya.

 

Humas Polda Kalbar

Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Barat: Rustan

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *