JAKARTA – Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 bukan sekadar ajang unjuk kebolehan di lapangan olahraga. Turnamen ini telah bertransformasi menjadi wadah strategis yang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, dibalut semangat sportivitas dan kebersamaan yang kian mengukuh.
Partai ekshibisi penutupan turnamen ini disaksikan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., didampingi jajaran pejabat utama Polri. Kehadiran para pimpinan institusi negara mencerminkan betapa luas dan kokohnya jaring sinergi yang terjalin. Turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, S.E., Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (P) Dr. Ahmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat.
Jajaran pimpinan tinggi lembaga negara juga hadir, antara lain Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, pimpinan TNI yang diwakili Mayjen TNI Yusri Nuryanto, S.I.P. selaku Danpuspom TNI dan Marsda TNI Basuki Rochmat selaku Askomlek Panglima TNI, serta jajaran Kejaksaan Agung: Jambin Dr. Hendro Dewanto, S.H., M.Hum., Jamwas Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum., Jampidum Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H., Jampidsus Kuntadi, S.H., M.H., Jampidmil Mayjen TNI Dr. M. Ali Ridho, S.H., M.Hum., dan Sesjampidmil Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. Hadir pula Kepala BRIN Arif Satria, Kepala BNPT Komjen Pol. (P) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., mantan Kapolri Jenderal Polisi (P) Drs. Idham Azis, M.Si., serta Dirjen PKN BPK RI Sarjono. Kehadiran atlet nasional PBSI, atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), dan sejumlah figur publik semakin menyemarakkan suasana.
Kehadiran para pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga bukan sekadar kehadiran seremonial. Kebersamaan Polri dan TNI menegaskan soliditas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, sementara sinergi dengan jajaran Kejaksaan Agung mempertegas komitmen aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan. Sementara itu, partisipasi lintas sektor pemerintahan mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam mengawal program strategis nasional.
Secara khusus, keterlibatan atlet NPCI menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap penyandang disabilitas, dengan memberikan ruang yang setara untuk berkompetisi dan berprestasi. Semangat inklusivitas ini sejalan dengan komitmen Polri dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh elemen masyarakat.
Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan olahraga merupakan media paling efektif untuk membangun kedekatan antarlembaga.
“Yang terbangun hari ini bukan hanya pertandingan, tetapi juga kebersamaan. Kapolri Cup menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin di lapangan dapat terus dibawa ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Ketika komunikasi dan hubungan antarlembaga semakin baik, koordinasi dalam menjalankan tugas untuk masyarakat juga akan semakin kuat. Semangat itulah yang ingin terus kami bangun melalui Kapolri Cup 2026,” pungkasnya.
Dengan demikian, Kapolri Cup 2026 telah membuktikan bahwa olahraga mampu melampaui sekadar kompetisi—menjadi perekat bangsa yang menyatukan institusi negara dalam satu visi: melayani, melindungi, dan mengabdi kepada masyarakat.
PMBcom.,”










