Polsek Kuala Behe Bersama Tiga Pilar Patroli Cegah Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem dan Kabut Asap

banner 468x60

 

LANDAK – Teriknya matahari yang menyengat berpadu dengan pekatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah tak menyurutkan langkah aparat Tiga Pilar untuk turun langsung ke lapangan. Polsek Kuala Behe jajaran Polres Landak Polda Kalbar bersama unsur terkait melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Sabtu (22/8/2026).

 

Dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih memimpin langsung gerak patroli bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa menyusuri titik-titik rawan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif utama untuk mengantisipasi munculnya titik api sekaligus memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami bahaya pembakaran hutan dan lahan. Terlebih saat ini kondisi cuaca panas dan kering dapat memicu serta memperluas kobaran api dengan sangat cepat.

 

Meski terik matahari terasa menyengat dan kabut asap mengganggu jarak pandang, personel tetap tekun melakukan pemantauan di lapangan. Kehadiran aparat gabungan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor, bukan hanya mengandalkan satu institusi saja.

 

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Kuala Behe IPTU Handoko Warih menegaskan, patroli bersama Tiga Pilar merupakan bentuk kesiapsiagaan nyata menghadapi potensi bencana lingkungan ini.

 

“Patroli ini kami laksanakan untuk memastikan wilayah tetap aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca yang panas serta adanya kabut asap menjadi perhatian serius, sehingga kami bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa turun langsung melakukan pemantauan dan pencegahan,” ujar IPTU Handoko Warih.

 

Lanjutnya, pencegahan Karhutla tidak akan berjalan maksimal tanpa kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat. Untuk itu, pihaknya terus mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala di area terbuka.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan, karena api yang awalnya kecil bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan ketika kondisi cuaca panas dan kering,” tegasnya.

 

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya kepulan asap, titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Informasi yang diterima sedini mungkin sangat penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas ke area yang lebih luas.

 

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran besar. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak awal. Apabila masyarakat menemukan titik api atau melihat adanya pembakaran lahan, segera informasikan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun Polsek Kuala Behe,” tambahnya.

 

Sinergitas Tiga Pilar antara Polri, TNI dan pemerintah di tingkat wilayah menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman Karhutla. Melalui patroli bersama, pemantauan dapat dilakukan lebih luas sekaligus memperkuat komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran.

 

Di tengah panasnya cuaca dan kabut asap yang menyelimuti wilayah, langkah Kapolsek Kuala Behe bersama jajarannya menjadi bukti nyata bahwa pencegahan Karhutla bukan sekadar imbauan semata, melainkan diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat.

 

KA, Biro Kab Landak Basirun

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *