Mangkok Merah Borneo Bersatu Apresiasi Kinerja Polres Landak Tangani Karhutla yang Semakin Kritis

banner 468x60

 

NGABANG – Ketua Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Kabupaten Landak, Junghi Suhardi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Landak beserta seluruh unsur terkait atas kerja keras dan sinergi yang solid dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Ngabang, Selasa (25/8/2026).

 

Junghi menegaskan bahwa ancaman Karhutla di Kabupaten Landak saat ini sangat nyata dan mendesak. Berdasarkan data yang diperoleh, wilayah ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat. Bahkan pada 23 Agustus 2026, terpantau tujuh titik panas (hotspot) di Kecamatan Ngabang dengan potensi luas terdampak mencapai 7,6 hektare. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Landak telah menetapkan status siaga darurat Karhutla yang berlaku sejak 1 Juli hingga 31 Oktober 2026.

 

“Kami dari MMBB Landak mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres AKBP Devi Ariantari beserta seluruh jajaran Polres Landak yang tak kenal lelah turun ke lapangan. Ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan bentuk pengabdian nyata Polri untuk melindungi masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup,” ujar Junghi.

 

Ia secara khusus menyoroti kesigapan tim gabungan yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Landak, AKP Zulianto, saat menangani kebakaran besar di areal PT Saraswati Agro Estate, Desa Pak Mayam. Dalam kejadian tersebut, dikerahkan sebanyak 14 personel Kompi 1 Siaga Polres Landak serta 5 personel Polsek Ngabang yang berkoordinasi erat dengan BPBD, KPH, dan tim pemadam perusahaan. Meski harus menempuh perjalanan jauh dan berat, tim bekerja terus-menerus mulai pukul 15.15 WIB hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 19.15 WIB. Lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 30 hektare.

 

“Hal yang paling membuat kami terkesan adalah ketelitian petugas. Mereka tidak hanya memadamkan api di permukaan saja, tetapi juga melakukan pendinginan menyeluruh. Hal ini sangat krusial mengingat karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah tanah dan berpotensi menyala kembali kapan saja. Ini menunjukkan profesionalisme yang luar biasa,” tambahnya.

 

Pujian juga disampaikan atas respons cepat Polres Landak di berbagai lokasi lain. Sebagai contoh, pada Januari 2026, Pamapta III Polres Landak yang dipimpin Ipda Randi Tri Nanda bersama unsur TNI dan Pemadam Kebakaran berhasil menuntaskan kebakaran lahan milik warga di Desa Tebedak seluas 3–4 hektare. Demikian pula penanganan cepat terhadap tujuh titik panas yang terdeteksi di Kecamatan Ngabang.

 

Selain penanganan saat kejadian, Junghi juga menilai sangat positif langkah-langkah preventif yang dilakukan pihak kepolisian. Mulai dari penyelenggaraan rapat koordinasi lintas sektoral, patroli rutin di kawasan rawan bencana, hingga turun langsung ke desa-desa untuk menyosialisasikan larangan serta sanksi hukum terkait pembakaran lahan.

 

Sebagai organisasi masyarakat yang lahir dari semangat pelestarian budaya Dayak dan persatuan, MMBB menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Namun demikian, Junghi mengingatkan agar pendekatan yang dilakukan tetap bersifat humanis dan senantiasa memperhatikan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

 

“Kami dari MMBB menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan Polres Landak serta seluruh elemen masyarakat lainnya. Mari kita bahu-membahu menjaga Kabupaten Landak tetap aman, lestari, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

 

KA, Biro Kab Landak Basirun

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *