Polsek Meranti Hadir di Tengah Kabut Asap: Patroli Dialogis Jaga Keamanan dan Edukasi Masyarakat

banner 468x60

 

MERANTI — Di tengah kondisi udara yang mulai terganggu akibat kabut asap, jajaran Polsek Meranti, Polres Landak, Polda Kalimantan Barat tetap teguh hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar berkeliling memantau keamanan, personel kepolisian memanfaatkan momen patroli siang untuk mendekatkan diri, berdialog santai, serta menyampaikan imbauan krusial demi keselamatan warga.

 

Kegiatan kehadiran tersebut terlihat jelas pada Selasa (25/8/2026) siang, saat personel Polsek Meranti menyambangi salah satu tempat usaha di wilayah Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak. Dalam suasana yang santai namun penuh keakraban, petugas duduk bersama warga untuk berbincang ringan mengenai perkembangan situasi keamanan dan kondisi lingkungan sekitar.

 

Momen ini menjadi sarana berharga bagi kepolisian untuk mendengarkan secara langsung berbagai informasi, keluhan, maupun harapan yang disampaikan oleh masyarakat. Di tengah tebalnya kabut asap yang mulai mengganggu kenyamanan beraktivitas, personel juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan aspek kesehatan.

 

“Bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah, kami imbau untuk senantiasa menggunakan masker, mengurangi kegiatan di ruang terbuka apabila kualitas udara semakin memburuk, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima,” ujar petugas dalam dialognya.

 

Selain aspek kesehatan, kepolisian juga kembali menegaskan larangan keras terhadap pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Masyarakat diminta untuk segera bertindak melapor apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan yang berpotensi berkembang menjadi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

 

Kondisi ini menjadi perhatian utama mengingat wilayah Kabupaten Landak telah merasakan dampak buruk kabut asap sebelumnya. Melalui Penjabat Kapolsek Meranti, Ipda Uwes, S.H., Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan patroli dialogis ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Patroli tidak hanya sebatas berkeliling wilayah, tetapi juga menjadi sarana untuk menyapa dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dari komunikasi tersebut, kami dapat mengetahui situasi yang berkembang sekaligus menyampaikan imbauan yang dianggap penting bagi keselamatan dan keamanan warga,” jelas Ipda Uwes.

 

Lebih lanjut, Ipda Uwes menambahkan bahwa penanganan kabut asap dan pencegahan Karhutla harus disikapi secara bersama-sama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, terlebih lagi pembukaan lahan dengan cara membakar di tengah cuaca yang masih kering.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api maupun asap yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

 

Tak hanya berfokus pada isu lingkungan, personel juga mengajak warga untuk bersatu menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diminta untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mendapati potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

 

Kehadiran polisi di tengah kepungan kabut asap ini membuktikan bahwa tugas kepolisian bukan hanya soal penindakan, melainkan membangun jembatan komunikasi, memberikan rasa aman, serta mengajak masyarakat menjadi pelindung utama bagi lingkungannya sendiri. Pesan yang disampaikan pun sederhana namun menyentuh: tetap waspada, jaga kesehatan, hindari pembakaran, dan lapor segera jika mendapati bahaya. Sebab, mencegah bencana dan menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama.

 

(KA, Biro Kab Landak – Basirun)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *