SAMARINDA – Guna memperkuat langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus menjadi ancaman serius, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) secara resmi melepas keberangkatan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) dalam rangka Operasi Aman Nusa II. Sebanyak 260 personel dikerahkan untuk mendukung pengamanan dan penanganan karhutla di lima wilayah hukum Polres, yakni Kutai Barat (Kubar), Berau, Paser, Kutai Timur (Kutim), serta Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (26/8/2026).
Upacara apel keberangkatan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Kaltim, Kombes Pol. Dedi Suryadi. Dalam amanatnya, ia menekankan prioritas utama yang harus dipegang teguh oleh setiap personel selama bertugas di lapangan adalah menjaga keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja. Selain itu, koordinasi yang harmonis dengan jajaran Polres setempat menjadi syarat mutlak agar tugas berjalan lancar.
“Kehadiran pasukan BKO ini harus menjadi kekuatan penguat, bukan beban bagi personel yang sudah bertugas di wilayah,” tegas Karo Ops.
Lebih dari sekadar perintah operasional, penugasan ini juga disorot sebagai wujud nyata tugas kemanusiaan. Karo Ops menyampaikan pesan moral yang mendalam guna membangkitkan semangat pengabdian para anggota: “Jadikanlah setiap langkah pengabdian kalian di lapangan ini sebagai ladang ibadah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal menjaga keamanan wilayah, melainkan upaya mulia melindungi kehidupan masyarakat, kesehatan anak-anak, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dari kerusakan yang tak terukur.
Pelepasan 260 personel ini menegaskan komitmen penuh Polri dalam menghadapi dampak luas bencana karhutla, mulai dari gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, kerugian ekonomi masyarakat, hingga kerusakan ekosistem hutan yang vital. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme tinggi, dan jiwa pengabdian, pasukan BKO diharapkan mampu berdiri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah serta memberikan perlindungan maksimal bagi warga Kalimantan Timur.
Apel keberangkatan ini juga menjadi momen mempertegas integritas dan disiplin tugas. Kehadiran kekuatan tambahan di lima Polres bukan sekadar penambahan jumlah personel, melainkan simbol solidaritas dan kepedulian nyata institusi Polri terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
Humas Polda Kaltim
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










