KUTAI BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun Manau RT 004, Kampung Gunung Bayan, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, pada Minggu (29/8/2026) malam. Begitu menerima laporan adanya kobaran api, kekuatan gabungan segera dikerahkan untuk melakukan penanganan guna mencegah meluasnya dampak bencana.
Personel Polsek Muara Pahu bergerak bersama unsur BPBD Kecamatan Muara Pahu, Koramil Muara Pahu, pihak perusahaan setempat, aparat kampung, serta masyarakat menuju lokasi kejadian. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WITA dan langsung melakukan pengecekan serta langkah pemblokiran jalur perambatan api.
Proses pemadaman didukung oleh satu unit tangki air dari PT Karunia dan PT GBPC. Kurang lebih pukul 21.00 WITA, tim memusatkan upaya memadamkan titik api yang berada di belakang pemukiman warga. Langkah krusial ini diambil untuk mencegah api menjalar dan mengancam keamanan serta keselamatan warga sekitar.
Upaya tersebut semakin diperkuat dengan kedatangan dua unit kendaraan pengendalian karhutla milik BPBD Kabupaten Kutai Barat sekitar pukul 22.00 WITA. Berkat kerja sama yang padu, disiplin, dan cepat dari seluruh unsur yang terlibat, sekitar pukul 22.30 WITA api yang sempat mengancam permukiman dan kawasan hutan sekitarnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.
Pukul 23.50 WITA, setelah dipastikan situasi di lapangan aman dan terkendali, personel Polsek Muara Pahu serta BPBD Kecamatan Muara Pahu mulai meninggalkan lokasi. Meskipun demikian, pemantauan pasca-kejadian tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi erat dengan aparat Kampung Gunung Bayan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api atau bara tersembunyi yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Dalam penanganan ini, Kapolsek Muara Pahu melalui personelnya senantiasa menjaga koordinasi intensif dengan pihak Kecamatan Muara Pahu, Koramil, BPBD, pihak perusahaan, serta elemen masyarakat agar penanganan berjalan optimal dan pencegahan dilakukan secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Karakteristik wilayah berupa lahan gambut dengan akar gambut, daun, dan pepohonan yang telah kering, serta dukungan angin yang cukup kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan api dapat merambat dengan cepat.
Polsek Muara Pahu menegaskan akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap lokasi kebakaran hingga kondisi benar-benar aman dan tidak ditemukan lagi potensi bahaya. Kepolisian juga kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi terhadap risiko karhutla, terlebih di tengah kondisi cuaca dan lahan yang kering serta mudah terbakar saat ini.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan setiap adanya tanda atau titik api kepada aparat keamanan setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sejak dini.
Humas Polres Kubar
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










