Satgas Karhutla Mabes TNI Gelar Penyuluhan di Sengah Temila, Libatkan Unsur Adat dan Seluruh Komponen Masyarakat

banner 468x60

 

LANDAK – Upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwujudkan melalui sinergi lintas unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, pihak perusahaan, hingga masyarakat luas. Langkah nyata ini terlihat dalam kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan Satgas Karhutla Mabes TNI di Sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) Sengah Temila, Dusun Bintang, Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Jumat (4/9/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum krusial guna meningkatkan kesadaran kolektif di tengah meningkatnya potensi kerawanan kebakaran di wilayah tersebut. Penyuluhan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Staf Khusus KSAD Brigjen TNI Achmad Fauzi, S.I.P., M.M., M.H.I., Kolonel Cke Isaryanto April Wibowo, S.T., M.M., Camat Sengah Temila Simon Mamuraja, S.E., Kapolsek Sengah Temila AKP Triono, S.H., Pj. Danramil 1210-04/ST Peltu M. Saiful Anam, serta Ketua DAD Sengah Temila Muhidin.

 

Turut hadir pula Sekretaris DAD Ir. Adi Wijaya, Kepala Puskesmas Pahauman Budi Santosa, S.K.M., M.H., Kepala KUA Sengah Temila Saula, S.Ag., para kepala desa, pemangku adat, perwakilan perusahaan PT ANI dan PT GSK, serta tokoh masyarakat setempat. Partisipasi beragam elemen ini menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

 

Dalam penyampaiannya, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI menekankan urgensinya pencegahan dini serta kewaspadaan tinggi. Masyarakat ditegaskan agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, mengingat kondisi cuaca kering dan angin dapat dengan cepat meluapkan api kecil menjadi kebakaran besar. Selain edukasi bahaya Karhutla, kegiatan ini juga mempererat koordinasi guna memantapkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat jika ditemukan titik api.

 

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sengah Temila AKP Triono, menyatakan bahwa kesadaran dan peran aktif masyarakat adalah kunci utama. Sinergi TNI-Polri, pemerintah, adat, dan warga menjadi pondasi menekan risiko kebakaran.

 

“Pencegahan Karhutla harus berjalan bersama. Kami mengajak warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan jika ada tanda-tanda api. Sinergi ini kami perkuat lewat sosialisasi dan patroli berkelanjutan,” tegas Kapolsek.

 

Ia menambahkan, pendekatan preventif jauh lebih efektif daripada upaya pemadaman saat kebakaran meluas. “Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Lewat penyuluhan ini, kami harap kesadaran tumbuh agar Karhutla dapat dicegah sejak awal,” pungkasnya.

 

KA, Biro Kab Landak Basirun.,

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *