Pontianak ~ Di Kalimantan Barat, pemandangan sekelompok jurnalis berkumpul di sudut warung kopi sambil menyeruput minuman kesukaan dan berdiskusi panjang lebar sudah bukan hal asing lagi. Bagi para pekerja pers di daerah ini, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang semata, melainkan sebuah rutinitas yang melekat setiap hari. Di meja kayu sederhana itu, tak jarang pertukaran pikiran mengalir hangat, menyatukan pandangan, serta merajut keakraban yang kian erat antar sesama jurnalis.
Berbagai isu penting yang menyita perhatian masyarakat menjadi bahan pembicaraan utama. Mulai dari masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat membuat resah warga, hingga maraknya praktik pertambangan ilegal yang meresahkan dan menjadi sorotan luas publik. Setiap sudut pandang, fakta yang ditemukan, serta ide pemberitaan dituangkan secara terbuka, saling melengkapi demi kebenaran yang akan disampaikan kepada masyarakat luas.
Salah satu sosok yang sangat dikenal luas oleh masyarakat maupun rekan sejawat adalah Bang Sabirin. Di antara kumpulan wartawan senior Kalbar, ia kerap menjadi penggerak yang membuka wacana baru. Bersama rekan-rekan sejawat yang sudah lama berkiprah di dunia pers, ia mengajak semua untuk berdiskusi secara mendalam, menyusun kerangka pemberitaan yang objektif, serta memastikan setiap informasi yang disajikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Rutinitas sederhana ini menjadi bukti bahwa persatuan dan semangat jurnalistik di Kalimantan Barat tidak hanya tumbuh di ruang redaksi semata, melainkan juga dari obrolan santai di warung kopi yang perlahan melahirkan kesadaran dan perhatian bersama terhadap nasib daerah.
Korwil Kalbar Rustan.,”










