PONTIANAK – Jalur lintas utama Trans Pontianak–Sanggau yang menjadi urat nadi penghubung antarwilayah di Kalimantan Barat kini tertutup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sepanjang ruas jalan maupun wilayah sekitarnya, Rabu (29/7/2026).
Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menurun drastis, bahkan di beberapa titik tertentu hanya berkisar antara 50 hingga 100 meter saja. Pantauan di lapangan menunjukkan asap pekat mulai menyelimuti jalan sejak pagi hari dan semakin mengental seiring berjalannya waktu akibat minimnya curah hujan serta hembusan angin yang membawa partikel asap dari titik api yang belum sepenuhnya padam.
Kendaraan yang melintas terpaksa melaju dengan kecepatan rendah dan tetap menyalakan lampu kendaraan, bahkan saat siang hari. Padatnya arus kendaraan barang maupun penumpang membuat perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya dan rawan menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait mengimbau seluruh pengguna jalan yang akan melintas di jalur ini untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan terlalu cepat, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya, serta tidak menyalakan lampu sorot tinggi yang justru akan mengganggu pandangan pengendara lain.
Bagi yang belum mendesak perjalanannya, disarankan untuk menunggu kondisi asap mereda atau mencari jalur alternatif lain jika memungkinkan. Pihak berwenang juga terus berkoordinasi dengan tim gabungan untuk memantau perkembangan titik api dan segera melakukan pemadaman guna mengembalikan kenyamanan serta keamanan berlalu lintas di jalur strategis ini.
KA, Biro Kab Sanggau Sugeng Hijriadi.










