KUKAR – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar memimpin langsung pertemuan lintas unsur di Kecamatan Tabang, Minggu (9/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tabang ini digelar sebagai langkah memperkuat komunikasi sekaligus menenangkan situasi pascaterjadinya dugaan tindak pidana pengeroyokan di Jalan Poros Utama Kecamatan Tabang yang merenggut nyawa salah satu warga.
Turut mendampingi Kapolres, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira, Kasat Lantas AKP Ahmad Fandoli, Kasat Reskrim AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, Kasat Intelkam AKP Andi Wahyudi, Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto, serta Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu. Hadir pula Camat Tabang Azmi Riyandi Elvander, Danramil Tabang Kapten Inf. Priyanto, para kepala desa, kepala adat, perwakilan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, tokoh masyarakat, serta sekitar 100 warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Khairul Basyar menegaskan komitmen pihaknya menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan berlandaskan hukum yang berlaku.
“Kami dari Polres Kutai Kartanegara akan segera mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Tabang. Kami juga telah mendatangi pihak korban untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya saudara kita akibat kejadian yang mengarah kepada tindak pidana,” ujarnya.
Dijelaskan, sejumlah pihak yang diduga terlibat telah diamankan. Penyidik kini akan melakukan pemeriksaan mendalam serta gelar perkara guna menetapkan status hukum masing-masing berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan. Enam orang yang diduga terlibat saat ini telah diamankan di Mako Polsek Tabang dan selanjutnya akan dipindahkan ke Polres Kukar untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolres juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. “Kami berharap masyarakat Tabang membantu menjaga situasi tetap kondusif. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Kami akan mengungkap dan menangani perkara ini secara adil,” tegasnya.
Selain membahas kasus pengeroyokan, pertemuan juga menyoroti potensi gangguan keamanan terkait peredaran minuman keras dan narkotika. Berdasarkan hasil penyelidikan, sejumlah barang bukti narkotika terindikasi berasal dari luar Kabupaten Kukar dan menuju wilayah Tabang. Kapolres meminta dukungan seluruh unsur untuk meningkatkan pengawasan, mengingat peristiwa yang terjadi diduga berawal dari pengaruh minuman keras.
“Menjaga keamanan bukan tugas kepolisian semata. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, terutama memberikan informasi sejak dini apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan,” imbuhnya.
Pertemuan pun berakhir dengan kesepakatan bersama: seluruh elemen masyarakat sepakat menjaga wilayah Tabang tetap aman dan kondusif, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian agar berjalan transparan, profesional, dan berkeadilan. Polres Kukar juga menegaskan akan terus membangun komunikasi dengan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan serta mencegah munculnya konflik di wilayah tersebut.
Korwil Kaltim Muhammad Thio Adnan.,”










