Polri Cetak Rekor MURI Penanaman Bawang Putih Serentak Terluas, Langkah Awal Wujudkan Swasembada dalam 3 Tahun

banner 468x60

 

LOMBOK TIMUR – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan prestasi membanggakan dalam upaya mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional, dengan meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas”. Pencapaian ini diraih melalui penanaman serentak di lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di 59 Kepolisian Resor (Polres) pada 14 Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia.

 

Kegiatan penanaman serentak dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8/2026), sekaligus menjadi rangkaian dari pelaksanaan Penanaman Bawang Putih Serentak, Panen Raya Bawang Putih, serta peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

 

Kapolri menegaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.

 

“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini, kita semua harus mandiri, khususnya di bidang ketahanan pangan. Oleh karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindak lanjut sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolri.

 

Kurangi Ketergantungan Impor

 

Saat ini, kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri, di mana sekitar 90–95 persen kebutuhan dipenuhi melalui impor. Sementara itu, produksi dalam negeri baru mampu mencukupi sekitar 39–40 ribu ton per tahun, padahal kebutuhan nasional telah mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun.

 

Kondisi ini menjadikan upaya peningkatan produksi bawang putih dalam negeri sebagai tantangan besar sekaligus peluang untuk mengembalikan kejayaan masa lalu saat Indonesia pernah mencapai swasembada komoditas ini.

 

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk bagaimana kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi saat itu. Kita telah mencapai swasembada bawang putih saat itu dan tentunya saat ini Bapak Presiden memerintahkan hal yang sama,” tambah Kapolri.

 

Untuk itu, Polri berkomitmen penuh mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, melalui kolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai mitra strategis.

 

Hingga saat ini, dari target lahan seluas 4.840 hektare yang disediakan Kementerian Pertanian, telah terverifikasi kesiapan lahan seluas 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda dan 66 Polres. Dari luasan tersebut, 927,6 hektare telah ditanami dengan melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.

 

Khusus pada kegiatan penanaman serentak hari ini, sebanyak 110 kelompok tani beranggotakan 2.174 petani turun langsung menggarap lahan seluas 279,53 hektare yang diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih.

 

“Untuk hari ini, kita akan melaksanakan penanaman bersama di luasan lahan 279,5 hektare yang tersebar di hampir seluruh wilayah. Ini sebagai pemanasan untuk Polda-Polda lain,” ujar Kapolri.

 

Panen Raya dan Dukungan Sarana Pertanian

 

Tak hanya penanaman baru, di lokasi yang sama juga dilaksanakan panen raya bawang putih pada lahan seluas 105 hektare yang dikerjakan sembilan kelompok tani dengan 287 petani, dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton.

 

Untuk mendukung produktivitas petani, Polri bersama Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia menyerahkan berbagai bantuan sarana produksi, antara lain 90 unit hand traktor, satu unit traktor roda empat, 24 unit pompa air, serta 17 ton pupuk Phonska Nitroku.

 

Kapolri berharap bantuan ini dapat mengoptimalkan hasil panen sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani.

“Sehingga kemudian hasilnya betul-betul bisa optimal dan ini yang tentunya menjadi harapan kita semua, kita bisa melaksanakan swasembada, masyarakat kita, petani kita juga sejahtera dan Indonesia betul-betul memiliki kedaulatan di negeri sendiri,” tegasnya.

 

Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan

 

Dari sisi pasca panen, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Gudang dengan luas bangunan 250 meter persegi dan kapasitas penyimpanan hingga 300 ton ini dibangun dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB.

 

Gudang ini nantinya akan berfungsi menjaga kualitas hasil panen sekaligus memastikan kelangsungan pasokan bibit, di mana hasil panen akan diserap oleh Bulog untuk kebutuhan bibit tanam kembali. Kapolri juga mendorong pengembangan riset bibit unggul agar budidaya bawang putih dapat dikembangkan di wilayah dengan ketinggian di bawah 900 meter di atas permukaan laut.

 

“Kalau ini bisa berhasil, artinya di bawah ketinggian 900 meter pun kita bisa menanam. Kalau itu bisa berjalan, maka akselerasi swasembada pangan, khususnya bawang putih nasional, betul-betul bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” jelas Kapolri.

 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan apresiasi tinggi atas sinergi Polri, Kementerian Pertanian, dan berbagai pihak terkait. Ia menekankan pencapaian ini harus diikuti dengan pembangunan ekosistem pertanian yang kuat, kepastian pasar, dan kesejahteraan petani.

 

Lewat rekor MURI ini, seluruh pihak berharap semangat kemandirian pangan semakin menguat, hingga cita-cita swasembada bawang putih Indonesia benar-benar terwujud.

 

“Terus semangat dan kita sama-sama tunjukkan bahwa Indonesia bisa swasembada, khususnya bawang putih,” tutup Kapolri.

 

PMBcom.,”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *