PINRANG – Waktu dan jarak yang memisahkan tempat tinggal tak mampu merenggangkan ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama. Hal ini tampak nyata dalam pertemuan hangat antara dua sahabat lama yang kini berjalan di jalur profesi yang saling melengkapi namun berbeda: satu kini mengabdi sebagai aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Pinrang, sedangkan yang lain berkiprah sebagai praktisi hukum yang berdomisili di Makassar.
Setelah sekian lama berpisah karena kesibukan tugas masing-masing di kota yang berbeda, keduanya akhirnya berkesempatan duduk bersama kembali di Kabupaten Pinrang. Suasana penuh keakraban langsung terasa begitu mereka bersalaman, seolah waktu berhenti sejenak membawa mereka kembali ke masa-masa kebersamaan di masa lalu. Tanpa sekat jabatan maupun perbedaan profesi, mereka saling berbagi cerita mulai dari perjalanan karir, tantangan menjaga tegaknya keadilan, hingga kisah sederhana kehidupan sehari-hari. Momen ini menjadi waktu berharga untuk melepas rindu sekaligus saling menguatkan.
Diketahui, keduanya adalah H. Sakkar Raup, S.H., M.H., praktisi hukum yang sudah lama melintang di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar, dan Muh. Idris yang kini bertugas sebagai Sabara di Polsek Paletean, Polres Pinrang. Sebelumnya, Muh. Idris pernah mengabdi di Polresta Makassar pada bagian Propam, dan kini sangat bersemangat menjalankan tugas sebagai abdi negara di wilayah baru.
Meski tugas mereka berbeda—satu bertugas menegakkan hukum di lapangan, satu lagi membela keadilan melalui jalur hukum—keduanya memiliki satu tujuan yang sama: menjaga keadilan dan kebenaran bagi masyarakat luas.
“Ini adalah persahabatan yang tak lekang oleh waktu. Meski lama tak bertemu, begitu duduk bersama rasanya seperti baru kemarin kita berpisah,” ujar Muh. Idris dengan senyum bahagia.
Sementara itu, H. Sakkar Raup menambahkan, pertemuan ini bukan hanya soal melepas rindu semata, melainkan juga mengingatkan kembali bahwa tegaknya hukum membutuhkan sinergi erat dari semua pihak yang bergerak di jalur keadilan.
Pertemuan sederhana namun penuh makna ini pun berakhir dengan harapan agar persahabatan mereka senantiasa terjaga erat, dan keduanya senantiasa diberikan kekuatan serta kelancaran untuk terus mengabdi demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas.
Penulis Dahlan Sapa.,”










