KUTAI BARAT – Satu unit bangunan Ruko milik UD Ikhlas yang berlokasi di Jalan AWL Senopati, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, hangus dilalap si jago merah pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WITA.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi kejadian, api pertama kali disadari oleh karyawan ruko bernama Samsul Bahri (24 tahun). Saat terbangun, ia mendapati kobaran api sudah cukup besar bermula dari bagian belakang bangunan. Dengan sigap, Samsul langsung membangunkan pemilik bangunan dan berupaya melakukan pemadaman mandiri sebelum bantuan datang, namun usaha tersebut belum berhasil meredam laju api yang semakin membesar.
Mendapat laporan kejadian, personel Polres Kutai Barat beserta jajaran Polsek Barong Tongkok segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi. Upaya pemadaman kemudian dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang mengerahkan sejumlah armada, antara lain 1 Unit AWC Polres Kutai Barat, 5 Unit Damkar Kabupaten Kutai Barat, serta masing-masing 3 Unit Damkar Kecamatan Melak, 2 Unit Damkar Kecamatan Linggang Bigung, 1 Unit Damkar Kecamatan Sekolaq Darat, dan 1 Unit Damkar Kecamatan Barong Tongkok.
Setelah berjuang selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.30 WITA. Petugas pun melakukan proses pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang masih menyala dan mencegah kebakaran kembali terjadi.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materiil yang dialami mencapai angka sekitar Rp 2 miliar. Seluruh isi ruko yang berupa barang elektronik, perabotan, hingga perlengkapan rumah tangga ludes terbakar rata dengan tanah. Bangunan ruko tersebut merupakan milik Ruth Laksmi Carisma (31 tahun), sedangkan usahanya dikelola oleh H. Amirullah (32 tahun).
Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas Iptu Sukoco menjelaskan bahwa sementara ini penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek listrik atau korsleting. “Namun untuk memastikan penyebab yang pasti, tim penyidik masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Laju api yang sangat cepat menelan seluruh bangunan diduga diperparah karena ruko tersebut berfungsi sekaligus sebagai tempat penyimpanan barang dagangan yang sebagian besar berupa material mudah terbakar. Saat kebakaran terjadi, bangunan dalam kondisi tutup dan tidak ada aktivitas di dalamnya.
Terkait hal ini, pihak kepolisian juga menghimbau kepada seluruh pemilik usaha maupun warga masyarakat pada umumnya untuk lebih teliti dan waspada terhadap instalasi listrik serta peralatan elektronik. Pastikan semua aliran listrik sudah diputus saat meninggalkan bangunan agar terhindar dari risiko kebakaran yang merugikan.
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










