Pemerintah Kutai Barat Gelar Rapat Strategis Pentahelix Tangani Karhutla

banner 468x60

 

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggandeng seluruh elemen terkait untuk memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi tantangan serius di wilayah ini. Melalui pertemuan strategis bertema Koordinasi dan Kolaborasi Pentahelix Tanggap Bencana Karhutla, berbagai pihak berkomitmen bersinergi secara menyeluruh demi mencegah dan menanggulangi bencana ini.

 

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 14.30 WITA di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederik Edwin. Turut hadir Sekretaris Daerah Erick Victory, S.E., M.Si, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K, Pasiops Kodim 0912/Kbr Lettu Arm Oktario Sirait, S.H, Kalaksa BPBD Yudianto Rihartono, ST.,M.Si, jajaran Forkopimcam, serta perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kutai Barat.

 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting menjadi kesepakatan bersama. Pertama, dilakukan pemetaan menyeluruh kondisi terkini Karhutla di Kutai Barat serta penegasan perlunya penanganan terpadu lintas sektor. Kedua, dilakukan evaluasi langkah pencegahan dan penanggulangan yang sudah dijalankan masing-masing instansi, sekaligus mencatat kendala yang dihadapi di lapangan seperti akses lokasi yang sulit dan kondisi cuaca berangin yang mempercepat penyebaran api.

 

Ketiga, ditekankan pentingnya pendekatan Pentahelix yang melibatkan lima unsur utama: Pemerintah, Akademisi, Pelaku Usaha/Bisnis, Komunitas Masyarakat, dan Media, baik dalam tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan saat kejadian, hingga pemulihan pasca bencana. Keempat, perwakilan perusahaan perkebunan dan pertambangan menyatakan komitmen nyata untuk mendukung upaya penanganan Karhutla, antara lain dengan menyediakan tangki air, tenaga personel, serta sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan. Kelima, dibangun mekanisme komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan guna mempercepat respons terhadap potensi maupun kejadian Karhutla di lapangan.

 

Bupati Kutai Barat Frederik Edwin dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. “Bencana ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Melalui pendekatan Pentahelix ini kita perkuat sinergi antar semua elemen, agar Kutai Barat terhindar dari ancaman kabut asap serta kerugian besar yang ditimbulkan akibat Karhutla,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan menyampaikan komitmen penuh pihak kepolisian. “Polri akan terus memperkuat patroli di wilayah rawan, menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat maupun pelaku usaha untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menindak tegas pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.

 

Kalaksa BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono menambahkan bahwa keterlibatan seluruh pihak sangat krusial, mengingat sebagian besar wilayah Kutai Barat berupa lahan gambut yang sangat rentan terbakar. “Kesiapsiagaan tim gabungan, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan perusahaan menjadi kunci utama agar penanganan dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.

 

Pertemuan strategis ini berakhir pukul 16.00 WITA dalam suasana aman, tertib, dan kondusif, ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

 

Humas Polres Kutai Barat

Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *