Kapolri Buka Ruang Dialog, KBPBI Apresiasi Langkah Mengawal Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

banner 468x60

 

JAKARTA — Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memberikan apresiasi yang mendalam terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang bersedia hadir dan membuka ruang dialog langsung untuk mendengarkan aspirasi kalangan buruh terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta, pada Jumat (7/8).

 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus perwakilan KBPBI, Andi Gani Nena Wea, menyebut dialog tersebut sebagai momentum penting yang memperkuat jembatan komunikasi antara pemerintah, Polri, dan organisasi buruh dalam mencari solusi terbaik terhadap substansi RUU yang sedang dibahas.

 

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Kapolri yang berdialog langsung dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Beliau mendengarkan langsung aspirasi kami terkait materi RUU Ketenagakerjaan. Kami berharap pembahasan undang-undang ini dapat berjalan dengan baik dan mampu merangkul seluruh pihak yang berkepentingan,” ujar Andi Gani.

 

Lebih lanjut, Andi Gani menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan jalur diplomasi dan dialog dalam mengawal proses pembahasan bersama DPR dan pemerintah. Komunikasi yang telah terjalin dinilai menjadi modal penting untuk melahirkan regulasi yang tidak hanya melindungi hak-hak pekerja, tetapi juga menjaga iklim investasi tetap kondusif dan seimbang.

 

Merespons berbagai aspirasi yang disampaikan, Kapolri menyatakan kesiapannya untuk mendukung terwujudnya komunikasi yang konstruktif antar seluruh pemangku kepentingan. Berbagai persoalan ketenagakerjaan, tegasnya, sebaiknya diselesaikan melalui pendekatan dialogis guna menghasilkan aturan yang berkeadilan dan berimbang.

 

“Kami siap membantu menjadi jembatan penyampaian aspirasi, agar kemudian dapat dibahas bersama tim di DPR dan menghasilkan kesepakatan revisi undang-undang yang menjaga keseimbangan antara kepentingan pengusaha, pekerja, serta peran pengawasan. Dengan demikian, keseimbangan kepentingan tetap terjaga,” ungkap Kapolri.

 

Di sisi lain, Kapolri juga mengingatkan agar pengawalan proses pembahasan RUU dilakukan secara bertanggung jawab, tertib, dan damai. Ia memahami hak buruh dalam menyampaikan aspirasi, namun berharap seluruh langkah yang diambil tetap terukur dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.

 

“Saya sangat memahami semangat pengawalan dari teman-teman buruh. Namun saya ingatkan, laksanakanlah secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga, dan cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” pesan Kapolri.

 

Revisi RUU Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan hubungan industrial yang selama ini muncul, tetapi juga memperkuat daya saing bangsa melalui terciptanya hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

 

“Mari kita kawal bersama agar perjuangan teman-teman buruh dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib. Tanpa kerusuhan atau hal-hal yang justru mencederai apa yang sedang diperjuangkan,” tutup Kapolri.

 

PMBcom, polri,.”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *