Respons Cepat Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Teluk Bayur Berau

banner 468x60

 

BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mewarnai perhatian di Kabupaten Berau. Kali ini, kobaran api terpantau membakar area perkebunan yang berada di Jalan Ahmad Yani KM 12, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.

 

Mendapat informasi adanya titik api, Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno, S.H., langsung turun memimpin penanganan di lapangan. Upaya pemadaman dilakukan bersama personel gabungan yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, pengelola kehutanan, masyarakat peduli api, hingga warga setempat.

 

Bahu-membahu melokalisasi api

Gabungan personel Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Hutan Sanggam Berau (HSB), MPA KPHP serta masyarakat bekerja keras melokalisasi api agar tidak merambat ke area lainnya.

 

“Setelah mendapat informasi mengenai titik api, kami bersama seluruh unsur terkait segera menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Setelah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pengecekan serta pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala,” ujar AKP Budi Witikno di lokasi kejadian.

 

Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,4 hektare. Lokasi kebakaran dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

Dukungan personel dan sarana

Dalam penanganan tersebut, sebanyak 35 personel diterjunkan. Kekuatan gabungan terdiri atas delapan personel Polsek Teluk Bayur, lima personel BKO Sat Samapta Polres Berau, dua personel TNI, sembilan personel Disdamkarmat, satu personel Radcar, tiga personel HSB, satu personel MPA KPHP, serta enam warga yang turut berpartisipasi aktif.

 

Untuk menunjang proses pemadaman, petugas mengoperasikan satu unit kendaraan patroli Turjawali Sat Samapta Polres Berau dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Labanan.

 

Berkat respons cepat dan kerja sama yang solid dari seluruh unsur terkait, titik api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan dengan baik. Setelah api dinyatakan terkendali, petugas melanjutkan penyisiran menyeluruh di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

 

Imbauan waspada di tengah cuaca panas

Di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan, Kapolsek Teluk Bayur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal. Warga diminta tidak membuka, membersihkan, maupun mengelola lahan menggunakan metode pembakaran.

 

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Saat kondisi lahan kering dan cuaca panas, api dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan,” tegasnya. Selain mengancam kerusakan lingkungan, asap hasil karhutla juga berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

 

Penyebab masih ditelusuri

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh petugas. Tim akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui sumber kebakaran, termasuk kemungkinan api berasal dari aktivitas masyarakat maupun faktor alam lainnya.

 

Komitmen perkuat pencegahan

Polres Berau bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, pengelola kawasan hutan dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen memperkuat langkah-langkah pencegahan karhutla ke depannya. Pemantauan rutin di sejumlah kawasan rawan kebakaran akan terus dilakukan agar setiap kemunculan titik api dapat segera diketahui dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan merugikan.

 

Humas Polda Kaltim

Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *