Sholat Istisqo Kodam XII/Tanjungpura Jadi Ikhtiar Spiritual Hadapi Karhutla, Hujan Guyur Kalbar

banner 468x60

 

Kubu Raya, Kalbar – Di tengah meningkatnya ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kodam XII/Tanjungpura bersama seluruh jajaran dan masyarakat melaksanakan Sholat Istisqo, Jumat (31/7/2026).

 

Ibadah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diturunkan hujan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

 

Sholat Istisqo merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.

 

Pelaksanaan ibadah ini menjadi momentum bagi prajurit TNI, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya untuk bersama-sama berdoa memohon keberkahan dan keselamatan bagi Kalimantan Barat.

 

Menariknya, pada sekitar pukul 19.20 WIB, hujan dengan intensitas cukup deras dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

 

Turunnya hujan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi cuaca panas dan kekeringan.

 

Selain melaksanakan doa bersama melalui Sholat Istisqo, berbagai upaya nyata di lapangan juga terus dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

 

Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta berbagai instansi terkait hingga kini masih terus melaksanakan patroli, pemadaman titik api, pendinginan lahan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga langkah-langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

 

Penanganan karhutla memang memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa.

 

Tidak hanya mengandalkan peralatan dan personel di lapangan, tetapi juga dibutuhkan kekuatan doa sebagai bentuk ikhtiar batin.

 

Sholat Istisqo yang dilaksanakan menjadi simbol bahwa upaya menghadapi bencana harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui tindakan nyata maupun pendekatan spiritual.

 

Semangat kebersamaan juga terlihat dalam pelaksanaan doa memohon hujan.

 

Tidak hanya umat Islam yang melaksanakan Sholat Istisqo, masyarakat dari agama lain juga diajak memanjatkan doa sesuai tata cara dan keyakinan masing-masing.

 

Langkah tersebut mencerminkan nilai toleransi serta persatuan masyarakat Kalimantan Barat dalam menghadapi persoalan bersama.

 

Bencana kekeringan dan karhutla merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat sehingga penyelesaiannya pun membutuhkan kebersamaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.

 

Melalui doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat berupa hujan yang mampu mengurangi dampak kekeringan, menjaga kualitas udara, serta membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

 

Dalam ajaran Islam, memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu amalan yang dianjurkan ketika menghadapi berbagai kesulitan, termasuk saat terjadi kekeringan.

 

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10–12, yang menerangkan bahwa istighfar menjadi salah satu sebab datangnya rahmat Allah SWT berupa hujan yang lebat, bertambahnya rezeki, serta keberkahan dalam kehidupan.

 

Karena itu, Sholat Istisqo bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum introspeksi diri, memperbanyak taubat, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Turunnya hujan yang mengguyur berbagai daerah di Kalimantan Barat pada Jumat malam menjadi kabar yang disambut penuh rasa syukur.

 

Meski demikian, seluruh pihak tetap diimbau untuk tidak lengah.

 

Ancaman kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau belum sepenuhnya berakhir.

 

Upaya pencegahan seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli terpadu, serta memperkuat koordinasi antarinstansi harus terus dilakukan.

 

Bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah penanggulangan karhutla melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat.

 

Dengan memadukan ikhtiar lahir berupa pemadaman, patroli, dan edukasi kepada masyarakat, serta ikhtiar batin melalui doa dan ibadah, diharapkan Kalimantan Barat dapat segera terbebas dari bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

 

Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat.

 

Hujan yang turun setelah pelaksanaan Sholat Istisqo menjadi pengingat bahwa manusia wajib terus berusaha dengan sungguh-sungguh sembari memohon pertolongan kepada Allah SWT, Sang Maha Pengatur alam semesta.

 

Korwil Kalbar Rustan.,”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *