SAMARINDA – Di tengah kondisi udara yang diselimuti kabut asap, Polresta Samarinda bergerak cepat menyalurkan bantuan kesehatan dengan membagikan 10.000 lembar masker secara gratis bagi warga dan pengguna jalan. Kegiatan berlangsung Kamis (27/8/2026) di kawasan Simpang Lembuswana, Kota Samarinda.
Langkah ini dilaksanakan sebagai respons langsung terhadap dampak kebakaran lahan yang menurunkan kualitas udara. Polresta Samarinda tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi bersama Info Taruna Samarinda (ITS), BPBD, PMI, Pertamina, relawan ITS, serta komunitas ojek online setempat agar penyaluran berjalan luas dan merata.
Personel dan relawan membagikan masker secara langsung kepada setiap pengendara maupun warga yang melintas di lokasi. Tujuannya jelas: membantu masyarakat melindungi diri dari paparan udara kurang sehat saat beraktivitas di luar rumah.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga peduli pada hal yang menyangkut hajat hidup dan kesehatan warga.
“Kami hadir untuk memberikan perlindungan menyeluruh. Pembagian masker ini bukti kepedulian kami. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, gunakan masker, dan kurangi aktivitas luar ruangan selama udara belum bersih,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan dampak kabut asap butuh gotong royong. Sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci agar upaya ini berjalan efektif dan bermanfaat bagi semua pihak.
Warga yang menerima bantuan terlihat antusias dan menyambut baik langkah tersebut. Selain masker, petugas juga menyampaikan imbauan sederhana namun penting: batasi keluar rumah jika tidak mendesak dan perhatikan kondisi fisik masing-masing.
Kegiatan berjalan tertib dan lancar hingga selesai sekitar pukul 17.10 WITA. Polresta Samarinda menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan yang humanis, sigap, dan solutif dalam menghadapi situasi apa pun di wilayah hukumnya.
Humas Polda Kaltim
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan.










