SANGATTA – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kali ini, sekitar satu hektare lahan di Jalan Soekarno Hatta, Gang SLB Bahasa Hati, RT 22, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, dilalap api pada Sabtu (29/8/2026). Kobaran api sempat memicu kekhawatiran, mengingat kondisi cuaca panas dan lahan yang kering membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap penyebaran api yang cepat.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko menyampaikan, informasi mengenai kebakaran tersebut diterima sekitar pukul 12.00 WITA. Petugas gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman.
“Sekitar pukul 12.00 WITA dilaporkan terjadi kebakaran lahan di Jalan Soekarno Hatta, Gang SLB Bahasa Hati, RT 22, Desa Singa Gembara. Luas lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare,” ujar AKP Bambang.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Kutim, Polsek Sangatta Utara, Koramil, BPBD, Damkar, serta warga masyarakat segera dikerahkan ke lokasi. Dua unit mobil pemadam dari Damkar dan BPBD Kutai Timur ikut diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman. Berkat kerja sama yang solid, api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA.
Meski api utama telah padam, petugas tetap melakukan pemantauan ketat di sekitar lokasi karena masih terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. “Untuk sementara, personel dari Koramil, Polres Kutim dan Polsek Sangatta Utara masih siaga di sekitar lokasi guna melakukan pengawasan terhadap bara yang masih tersisa,” lanjutnya.
Kapolsek mengingatkan bahwa kondisi musim kemarau dengan cuaca panas serta lahan yang kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa, sementara pemilik lahan diketahui merupakan warga setempat. Aparat gabungan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi. Jika nantinya ditemukan unsur kesengajaan, kasus akan diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini, situasi dilaporkan terkendali, dan petugas tetap bersiaga untuk memastikan bara api benar-benar padam dan tidak meluas kembali.
KA. Biro Kutim Supriadi










