Inovasi “Gambut Injection” Polri, Solusi Cerdas Padamkan Api Bawah Tanah Lahan Gambut

banner 468x60

 

JAKARTA, 5 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri: api tak hanya membakar di permukaan, tetapi juga menyisakan bara yang menyusup jauh ke dalam tanah, mampu bertahan berhari-hari hingga berbulan-bulan lalu kembali berkobar. Menjawab tantangan tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat penanganan karhutla melalui pendekatan berbasis teknologi, inovasi, dan pengerahan kekuatan secara maksimal. Salah satu terobosan unggulan yang kini diterapkan adalah Gambut Injection, metode pemadaman revolusioner yang menyuntikkan cairan pemadam langsung ke dalam lapisan gambut hingga kedalaman dua meter.

 

Inovasi Gambut Injection: Menjangkau Sumber Bara yang Tak Terlihat

 

Polda Kalimantan Selatan menjadi pelopor penerapan metode Gambut Injection. Teknologi ini dirancang khusus untuk menjangkau sumber bara yang tersembunyi di bawah permukaan tanah—titik yang tak kasatmata namun berpotensi memicu kebakaran berulang. Pelaksanaannya dipadukan dengan drone thermal yang berfungsi mendeteksi titik panas secara presisi, memetakan lokasi bara yang bahkan tak lagi berasap namun masih menyimpan suhu tinggi.

 

Cairan pemadam yang digunakan berupa konsentrat surfaktan produksi Bidlabfor Polda Kalsel, yang dicampur dengan air lalu disuntikkan langsung ke lapisan gambut pada titik yang terdeteksi panas. Cairan ini bekerja membasahi lapisan gambut secara mendalam, menekan sumber pembakaran dari akarnya. Hingga saat ini, telah diproduksi sekitar 3.000 liter konsentrat surfaktan yang setara dengan campuran 300.000 liter air, mampu menangani area luas dengan efisien. Produksi akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.

Langkah Nyata di Lapangan: Kapolda Kalsel Turun Langsung Awasi Penanganan

 

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. turun langsung ke lokasi untuk memastikan seluruh upaya berjalan efektif. Bersama Wakapolda dan Pejabat Utama Polda Kalsel, beliau melakukan patroli menggunakan kendaraan trail dari Posko BPBD Tegal Arum menuju Posko Pantau Karhutla di Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru, menyisir wilayah sekitar Bandara Syamsuddin Noor.

 

Saat berpatroli, rombongan menemukan titik api. Kapolda langsung mengecek kondisi lokasi, luas area terdampak, arah penyebaran, serta potensi bara di bawah tanah. Beliau segera memerintahkan pengerahan AWC dan kendaraan Karhutla Satbrimob Polda Kalsel ke lokasi. Pemadaman dilakukan secara terpadu bersama BPBD, relawan, dan didukung water bombing helikopter BPBD Kalsel untuk menjangkau area sulit diakses.

 

Kobaran api di permukaan berhasil dikuasai, namun pemeriksaan lanjutan mengindikasikan masih ada bara di bawah permukaan gambut. Di sinilah metode Gambut Injection diuji coba. Hasilnya luar biasa: suhu yang semula 130°C turun drastis menjadi sekitar 30°C, dan asap menghilang dalam waktu kurang dari dua menit. Penurunan suhu signifikan ini membuktikan bahwa inovasi tersebut efektif mendinginkan lapisan gambut sekaligus memutus rantai pembakaran di bawah tanah.

Arahan Kapolri: Semua Kapolda Harus “All Out”

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, tak hanya memadamkan api di permukaan tetapi juga menghentikan bara di bawah tanah.

 

“Kapolri telah memerintahkan seluruh Kapolda di wilayah yang mengalami karhutla untuk bekerja maksimal, meningkatkan kesiapsiagaan, mengerahkan seluruh kekuatan, dan terus berinovasi. Jangan hanya memadamkan api di permukaan, tetapi pastikan bara di bawah tanah juga dihentikan. Semua Kapolda harus all out — turun langsung ke lokasi, kerahkan seluruh kekuatan, gunakan segala cara yang tersedia, dan terus berinovasi,” tegas Brigjen Trunoyudo.

 

Kehadiran pimpinan di garis depan dinilai krusial agar penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Polri juga terus memperkuat sinergi dengan BPBD, pemerintah daerah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam seluruh tahapan: deteksi dini, patroli, pemadaman, pendinginan, pemantauan titik panas, hingga pencegahan agar api tidak kembali menyala.

 

Dengan kombinasi teknologi mutakhir, inovasi berbasis riset, kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan, dan sinergi lintas sektor, Polri berkomitmen mengendalikan karhutla secara cepat dan menyeluruh. Penanganan tak lagi sekadar memadamkan api yang terlihat mata, tetapi memastikan akar pembakaran di bawah permukaan benar-benar padam — demi menjaga hutan, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan masyarakat luas.

 

korwil kaltara Abu Saniah.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *