KUTAI BARAT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kampung Tepulang, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di sekitar pinggir jalan poros menuju Kampung Besiq, pada Sabtu (5/9/2026). Kejadian ini memicu respons cepat dari jajaran Polsek Damai bersama unsur terkait dan warga setempat.
Informasi terkait kebakaran diterima personel Polsek Damai sekitar pukul 17.00 WITA. Tanpa menunda waktu, tim yang terdiri dari Brigpol Fendi Harnawan, S.H., Bripda Septian W., perwakilan Kecamatan Damai, Petinggi Kampung Tepulang Lipinus Birip, personel pemadam Kecamatan Damai, serta sekitar 10 orang warga segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan titik api.
Karena api berada di pinggir jalan poros dan asap tebal mengganggu jarak pandang, personel juga segera melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas (Pamturlalin) mulai pukul 18.00 WITA guna menjamin keselamatan para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.
Upaya pemadaman dilakukan secara serentak mulai pukul 20.00 WITA. Untuk menunjang operasi, tim melakukan pengisian tangki air di Sungai Idant yang berdekatan dengan lokasi sekitar pukul 21.00 WITA. Berkat kerja sama yang solid, titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.35 WITA. Selanjutnya pada pukul 22.00 WITA, tim gabungan melaksanakan tahap pendinginan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali menyala.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara, luas lahan yang hangus diperkirakan mencapai ±3 hektare. Kawasan yang berupa area perkebunan dan lahan masyarakat, serta memiliki kandungan gambut, daun dan pepohonan kering, dinilai sangat rentan terhadap penyalaan ulang. Meski sempat mengganggu jarak pandang di sepanjang jalan poros, kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Kapolsek Damai IPDA Gery Purnomo, S.H., menghimbau masyarakat untuk semakin waspada dan berhenti melakukan pembakaran lahan, terlebih di tengah cuaca yang kering dan berangin.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih dalam kondisi cuaca yang kering dan berangin. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tegas Kapolsek.
Pasca-kebakaran, Polsek Damai bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di lokasi dan titik-titik rawan. Pendinginan akan dilakukan kembali jika ditemukan tanda-tanda asap atau bara api. Penanganan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, petugas pemadam, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama. Sepanjang proses penanganan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.
Humas Polres Kutai Barat
Korwil Kaltim: Muhammad Thio Adnan










