Pontianak – Dalam rangka mendukung pembentukan karakter generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab di era digital, Polda Kalimantan Barat melalui Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Kalbar memberikan materi tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Bijak Bermedia Sosial kepada para pelajar baru SMKN 5 Pontianak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman SMKN 5 Pontianak, bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (22/7).
Materi disampaikan oleh Plt. Kasubbid PID Bidhumas Polda Kalbar AKP Suyadi, didampingi Ps. Paur Urpullahinfodok Ipda Syamsul Munir, S.A.P., bersama personel Subbid PID Bidhumas Polda Kalbar. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta didik baru SMKN 5 Pontianak sebagai bagian dari pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital sejak dini.
Dalam pemaparannya, AKP Suyadi menjelaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta mendukung kehidupan demokrasi. Setiap warga negara, termasuk pelajar, memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial menjadi ruang yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda. Namun demikian, penggunaannya harus disertai kemampuan untuk menyaring informasi, menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari komitmen Polda Kalbar dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa keterbukaan informasi publik harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang benar. Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jadilah generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial,” ujar Bambang.
Ia juga berharap materi yang diberikan pada masa pengenalan lingkungan sekolah ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menggunakan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, berbagi inspirasi, serta memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan. Dengan demikian, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
Korwil Kalbar Rustan.,”










