SANGGAU — Panjangnya musim kemarau yang melanda wilayah Kalimantan Barat belakangan ini membawa dampak nyata terhadap kondisi perairan, tak terkecuali Sungai Kapuas yang melintas di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Aliran air yang biasanya deras dan lebar itu kini menyusut drastis hingga nyaris kering, memunculkan hamparan daratan dan bebatuan yang sebelumnya tertutup air. Fenomena alam ini justru menarik perhatian banyak orang, sehingga sungai yang sedang surut itu berubah menjadi destinasi wisata tak resmi yang ramai dikunjungi warga.
Di sepanjang tepian Sungai Kapuas, tepatnya di kawasan Kota Sanggau, terlihat jelas perubahan wajah sungai yang sangat mencolok. Air yang tersisa kini hanya mengalir di bagian tengah dengan aliran yang dangkal dan tenang, sementara bagian tepian yang luas telah berubah menjadi hamparan pasir putih dan bebatuan. Warga yang datang dari berbagai penjuru, baik dari lingkungan sekitar maupun dari kabupaten lain di Kalimantan Barat, tampak berjalan menyusuri dasar sungai yang terbuka, berfoto, hingga menikmati suasana unik yang jarang dapat disaksikan saat musim hujan.
Banyak pengunjung mengaku tertarik melihat langsung wajah Sungai Kapuas yang berbeda dari biasanya. Anak-anak tampak berlari-lari di atas hamparan pasir, sementara orang dewasa berjalan santai memandangi sisa aliran air yang tenang. Pemandangan yang terbuka lebar dengan latar pepohonan di tepian sungai seolah menjadi pemandangan baru yang menawarkan keindahan tersendiri, meskipun sebenarnya merupakan dampak dari kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Meski dikunjungi banyak orang, aparat setempat dan masyarakat tetap mengimbau agar pengunjung tetap berhati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai kehadiran warga justru menambah sampah atau merusak lingkungan tepian sungai. Di sisi lain, fenomena ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan hutan di sekitar wilayah aliran sungai, agar keseimbangan air tetap terjaga dan dampak kekeringan tidak berulang semakin parah di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Sanggau diharapkan juga turut memperhatikan kondisi ini, mengingat Sungai Kapuas bukan sekadar tempat wisata, melainkan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di tepiannya. Semoga hujan segera turun dengan cukup, sehingga aliran Sungai Kapuas kembali normal dan dapat terus dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga.
KA, Biro Kab Sanggau Sugeng Hijriadi.,”










