SAMARINDA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menegaskan komitmen kuat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme demi menjaga persatuan serta kondusivitas keamanan di wilayah. Pesan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., saat menjadi narasumber dalam Dialog Publika “REKAMAN” TVRI Kaltim bertema “Cegah Radikalisme, Perkuat Persatuan Kaltim di HUT ke-81 RI” yang berlangsung di Studio 2 TVRI Kaltim, Kamis (13/8/2026).
Dalam dialog yang dipandu Erwinsyah itu, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi menjelaskan bahwa pencegahan radikalisme harus dilakukan sejak dini sebelum berkembang menjadi tindakan kekerasan maupun terorisme. Ia menekankan upaya ini tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan memerlukan langkah pre-emtif dan preventif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir ketika pelanggaran hukum terjadi, tetapi juga mengedepankan edukasi, pembinaan, dialog serta deteksi dini untuk mencegah berkembangnya paham yang mengancam persatuan,” ujarnya.
Langkah pre-emtif diwujudkan melalui penyuluhan, pendidikan kebangsaan, dialog lintas agama, serta pembinaan kepada pelajar dan mahasiswa. Sementara langkah preventif mencakup patroli siber, pemetaan potensi konflik, serta sinergi erat dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, akademisi dan media massa. Di sisi lain, penegakan hukum tetap berjalan secara profesional terhadap setiap tindak pidana seperti terorisme maupun penyebaran ujaran kebencian.
Khusus terkait ruang digital, pihaknya mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan propaganda ekstrem dapat berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bijak bermedia sosial, selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta turut mengisi ruang maya dengan konten positif.
“Pencegahan radikalisme adalah tanggung jawab bersama. Kita butuh kolaborasi Polri, pemerintah, TNI, BNPT, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan warga untuk menjaga toleransi, menghormati perbedaan dan segera melaporkan indikasi paham radikal,” tambahnya.
Menutup pernyataan, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi mengajak seluruh warga Kaltim menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama. “Mari kita cegah radikalisme, tolak kebencian dan hoaks, serta wujudkan Kalimantan Timur yang aman damai demi mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










