SAMARINDA – Menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polda Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan yang berpusat di Ruang Aula Rupatama Lantai 2 Polresta Samarinda ini berlangsung mulai pukul 08.55 Wita.
Rakor dihadiri secara daring oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.IP., serta pimpinan utama Polda Kaltim dan unsur Forkopimda Provinsi Kaltim. Sementara secara luring hadir Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., Wakil Walikota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., serta perwakilan TNI, Polri, Damkar, BPBD, instansi terkait lainnya dan unsur lintas sektoral.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menekankan bahwa penanganan karhutla dan dampak El Nino tidak bisa dilakukan sendirian. “Kita harus waspada terhadap kemungkinan perfect storm, di mana berbagai faktor negatif berkumpul dan memicu bencana besar,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan data dari aplikasi Lembuswana Polda Kaltim, bahwa sepanjang semester I 2026 tercatat 974 titik panas di Kaltim, dan hari ini saja terdapat 54 titik yang tersebar di Kutim, Berau, Kukar, serta Kubar. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak tidak menunggu api muncul baru bergerak, melainkan memperkuat deteksi dini, patroli, edukasi, serta penegakan hukum.
Sementara itu, perwakilan Pangdam VI/Mulawarman menyatakan dukungan penuh TNI dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla, sementara Gubernur Kaltim menegaskan prioritas utama adalah pencegahan. Ia juga menyampaikan bahwa dampak El Nino tidak hanya soal kebakaran, tetapi juga ancaman kekeringan, gagal panen, hingga gangguan kesehatan, sehingga mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh.
Dalam pemaparan di lapangan, Kapolresta Samarinda mencatat sejak Juli hingga saat ini telah terjadi 8 kasus kebakaran lahan di wilayahnya, sebagian besar dipicu kelalaian warga saat membakar sampah atau membersihkan lahan. Wakil Walikota Samarinda pun mengimbau warga berhenti membakar sampah maupun lahan demi menjaga keselamatan bersama.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video pantauan titik panas secara langsung melalui aplikasi Lembuswana, serta penyampaian materi dari Dinas Perkebunan Kaltim, BPBD Provinsi, dan Basarnas. Rakor yang berakhir pukul 12.20 Wita ini menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi menjaga Bumi Etam dari ancaman karhutla.
Korwil Kaltim Muhammad Thio Adnan










