KUTAI BARAT – Guna mempercepat dan mengoptimalkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Kabupaten Kutai Barat, Polres Kutai Barat resmi menerima tambahan kekuatan personel Bantuan Komando (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Apel penerimaan dilaksanakan di halaman lobi Markas Komando (Mako) Polres Kutai Barat, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 30 personel yang dikerahkan ini terdiri dari unsur Brigade Mobil (Brimob), Satuan Samapta, serta Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Kaltim. Kehadiran mereka merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II, yang difokuskan untuk memperkuat jajaran Polres Kutai Barat di sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan.
Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan, S.I.K., M.I.K., dalam arahannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan kekuatan yang diberikan.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan rekan-rekan personel BKO Polda Kaltim. Kehadiran personel ini menjadi dukungan penting bagi jajaran di lapangan dalam membantu penanganan Karhutla,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut dijelaskan, personel BKO tersebut akan ditempatkan di dua lokasi utama, yakni di lingkungan Polres Kutai Barat serta di Mako Brimob Yon B Kompi B Kutai Barat. Bersama personel induk Polres Kutai Barat, mereka akan bergerak cepat menanggapi setiap kejadian kebakaran di wilayah-wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan, sehingga penanganan dapat berjalan lebih efektif.
Dengan adanya penambahan 30 personel ini, diharapkan respons dan mobilitas tim di lapangan semakin meningkat. Setiap titik api yang terdeteksi dapat segera dipadamkan sejak dini, sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak buruk berupa kabut asap yang merugikan kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan Karhutla, Polres Kutai Barat terus menjalin sinergi yang erat bersama unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tidak hanya berfokus pada pemadaman, namun juga meliputi patroli rutin dan penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kapolres juga menekankan bahwa kehadiran personel BKO tidak sekadar menambah jumlah kekuatan, melainkan harus mampu mempercepat waktu tanggap darurat terhadap kebakaran.
“Kami berharap selama pelaksanaan tugas dapat terjalin koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik demi optimalnya penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Kutai Barat,” pungkasnya.
Humas Polres Kutai Barat
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










