Rantau Pulung Siaga Penuh: Apel dan Rakor Terpadu Cegah Karhutla di Tengah Musim Kemarau

banner 468x60

 

RANTAU PULUNG – Menyikapi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau berpotensi El Niño, Kecamatan Rantau Pulung menggelar Apel Siaga sekaligus Rapat Koordinasi Tim Terpadu Gabungan Pengendalian Karhutla Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di halaman gedung Kecamatan Rantau Pulung sebagai wujud kesiapan penuh wilayah menghadapi ancaman kekeringan dan munculnya titik panas yang mengkhawatirkan.

 

Apel kesiapan ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci, mulai dari perwakilan TNI melalui Koramil 0909/01‑SGT, jajaran Polri, pemerintah kecamatan hingga tingkat desa, tim Manggala Agni, pengelola perusahaan kelapa sawit, tim pemadam kebakaran, hingga para relawan peduli api. Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, S.Stp., M.Si., didampingi oleh Kapolsek Rantau Pulung Samuel Tarihoran, S.Sos., M.H., serta Danramil Koramil 0909/01‑SGT. Seluruh rangkaian berlangsung dengan semangat persatuan dan rasa tanggung jawab yang tinggi demi keamanan lingkungan.

 

Dalam arahannya, Camat Vita Nurhasanah menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab besar yang bernilai luhur. “Mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi kebakaran adalah misi kemanusiaan serta amal bernilai besar,” ujarnya tegas.

 

Usai apel pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi teknis pemadaman api guna menyamakan persepsi dan mekanisme penanganan di lapangan. Kegiatan ditutup dengan rapat teknis yang menghasilkan kesepakatan penting: penerapan satu komando koordinasi yang padu serta pembentukan Grup Komunikasi Pengendalian Karhutla. Hal ini bertujuan memastikan alur informasi berjalan cepat, jelas, dan tidak terputus di tengah situasi darurat.

 

Camat Vita juga mengingatkan seluruh pihak untuk tidak melupakan sejarah kelam tahun 1998, ketika wilayah ini pernah terbakar habis dan menimbulkan kerugian luar biasa bagi masyarakat. “Kita harus tetap waspada hingga akhir tahun. Jaga lahan bersama, bantu tetangga, dan siaga 24 jam sesuai amanah dari pemerintah pusat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Rantau Pulung Samuel Tarihoran turut menyampaikan kekhawatiran mendalam akan terulangnya bencana besar serupa tahun 1998—peristiwa yang berpotensi melenyapkan hasil jerih payah bertahun‑tahun, termasuk kebun sawit milik warga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bangkit bersatu tanpa menunggu terlambat.

 

“Jangan tunggu kebun sendiri yang terbakar baru bertindak. Jika ada lahan siapa pun yang terbakar, kita harus bergerak bersama secepat mungkin. Karhutla adalah musuh bersama yang tidak mengenal batas wilayah, sehingga persatuan dan kerja sama nyata adalah kunci utama untuk melindungi wilayah kita tercinta,” pungkas Kapolsek Samuel.

 

KA, Biro Kab Kutim Supriadi S.pt.,

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *