RANTAU PULUNG – Ketegangan terus memuncak di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, menyusul perselisihan lahan yang tak kunjung usai antara masyarakat lokal dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Gesekan yang makin tajam ini menandai kegagalan jalan damai, di mana warga merasa hak ulayat dan kepemilikan tanahnya diabaikan, sementara langkah perusahaan dinilai sewenang-wenang serta mengabaikan prinsip musyawarah mufakat.
Situasi yang semakin panas ini memicu desakan keras agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur segera turun tangan secara tegas dan berwibawa. Masyarakat menuntut pemerintah tidak berdiam diri atau membiarkan konflik ini berlarut tanpa kejelasan solusi.
“Kami minta Pemkab Kutai Timur tidak main mata. Jangan biarkan wilayah ini terus menjadi ajang pertikaian yang bisa berujung pada kekerasan. Perusahaan harus taat aturan, menghormati hak warga, dan tidak memaksakan kehendak,” tegas Dahlan Sikki, Ketua Aliansi Masyarakat Rantau Pulung Menggugat, dengan nada berapi-api.
Warga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah sejatinya adalah untuk melindungi rakyat, bukan membiarkan ketimpangan berkuasa. Penyelesaian yang tertunda dinilai hanya akan menumpuk amarah dan memperlebar jurang ketidakpercayaan publik terhadap lembaga negara.
“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau kerusakan besar yang terjadi baru bergerak. Kita butuh keadilan sekarang, bukan janji kosong. Rantau Pulung butuh ketenangan, bukan konflik berkepanjangan,” tambahnya dengan penekanan kuat.
Kondisi ini menuntut kehadiran pemerintah sebagai penengah yang independen dan tegas. Langkah nyata diperlukan untuk menegakkan aturan hukum, serta memastikan setiap inci penyelesaian dilakukan berbasis keadilan bagi masyarakat dan kepatuhan mutlak dari pihak perusahaan. Harapan masyarakat kini tertuju pada tindakan cepat yang mampu meredam potensi kerusuhan yang dapat mengancam persatuan dan ketertiban wilayah ini.
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur, Muhammad Thio Adnan, telah melakukan peliputan langsung di berbagai titik di Kecamatan Rantau Pulung dan mengonfirmasi pernyataan narasumber dari masyarakat terkait persoalan lahan yang hingga kini belum menemukan ujung penyelesaiannya.
Liputan khusus PMBcom.










