LANDAK – Menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia serta terjangkau menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Landak. Guna mewujudkan hal tersebut, Tim Satgas Pangan Kabupaten Landak yang diperkuat unsur lintas instansi turun langsung melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Rakyat Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan memantau secara langsung perkembangan harga berbagai komoditas pangan, mengecek ketersediaan pasokan, serta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok di tingkat pasar. Langkah ini merupakan bagian krusial dari upaya bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait dalam menahan laju fluktuasi harga serta mengantisipasi gangguan pasokan yang dapat membebani daya beli masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, rombongan tim tidak sekadar memeriksa daftar harga yang dipasang pedagang, melainkan juga berdialog secara intens untuk menggali informasi terkait kondisi pasokan, tingkat permintaan, serta dinamika harga yang terjadi di lapangan.
Kegiatan sidak dihadiri oleh Wakil Bupati Landak Erani, S.T., M.T., mewakili Kapolres Landak KBO Satreskrim Polres Landak IPTU M. Edi D, S.H., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Landak John Hetli, S.Th., M.Si., Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Landak Gusti Agus Kurniawan, S.E., M.A.P., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Landak John Elak, S.T., serta Kepala BPS Kabupaten Landak Fahmi Ali Hasyim Juliansyah, S.Si., M.Sc., M.T.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubsi Perdata dan Tata Usaha Negara Kajari Landak I Kadek Jerry Wira DW, S.H. beserta staf, Danramil 1210-06/Ngabang Kapten Arm Junaidi, Inspektur Kabupaten Landak Cisilia Vianny, S.H., M.M., Kanit II Sat Intelkam Polres Landak AIPDA Pardiansyah, serta personel gabungan Satgas Pangan dari berbagai perangkat daerah dan instansi terkait.
Berdasarkan pemantauan di lokasi pasar, harga sejumlah komoditas utama tercatat beragam namun masih dalam batas wajar. Untuk kelompok bumbu dapur, cabai keriting merah dan cabai merah besar masing-masing dihargai Rp70.000 per kilogram. Bawang merah Rp45.000/kg, bawang putih Rp40.000/kg, serta bawang bombay Rp30.000/kg.
Sementara untuk sayuran, harga tercatat: kentang Rp20.000/kg, kol Rp18.000/kg, mentimun Rp18.000/kg, wortel Rp32.000/kg, dan tomat Rp25.000/kg.
Pada komoditas beras yang menjadi kebutuhan dasar, beras premium Cap CP dijual Rp17.000/kg, Cap Padi Madu Rp19.000/kg, beras medium Cap Bunga Rp14.500/kg, dan beras SPHP Bulog stabil di angka Rp13.000/kg.
Usai pengecekan di pasar, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Landak. Forum ini menjadi wadah evaluasi hasil temuan serta penyatuan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Wakil Bupati Landak Erani dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengawal ketersediaan dan keterjangkauan harga. “Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus memantau dinamika harga di pasar. Segala perubahan yang berpotensi merugikan masyarakat harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Landak menyajikan gambaran data statistik perkembangan harga sebagai bahan pemetaan pergerakan harga dan dasar kebijakan. Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan masing-masing menekankan pentingnya kesinambungan produksi, kelancaran distribusi, serta perlunya pemantauan berkala agar pemerintah dapat bertindak cepat jika terjadi gangguan.
Di sisi kepolisian, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui KBO Satreskrim menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud sinergi pengawasan bersama. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi Satgas Pangan untuk mengantisipasi kelangkaan maupun harga yang tidak wajar.
Dari unsur Kejaksaan dan Inspektorat, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk pengawasan tata kelola perdagangan serta dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam melindungi kepentingan masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Satgas Pangan menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya terbatas pada aspek harga, namun mencakup pasokan, distribusi, hingga sinergi antarinstansi. Sidak di Pasar Rakyat Tungkul semakin mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, Kejaksaan, BPS, serta perangkat daerah lainnya.
Dengan pengawasan yang berjalan langsung dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Landak bersama Satgas Pangan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar, pasokan terjamin, dan distribusi yang lancar.
KA, Biro Kab Landak Basirun.










