POLSEK MANDOR – POLRES LANDAK – POLDA KALBAR – Patroli siang hari yang dilaksanakan jajaran kepolisian bukan sekadar rutinitas pengamanan semata, melainkan menjadi sarana strategis membangun jembatan komunikasi yang erat dengan masyarakat. Hal ini ditunjukkan personel Polsek Mandor yang turun langsung menyambangi kediaman warga di wilayah hukumnya, Rabu (26/8/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan humanis tersebut, petugas tidak hanya menyapa, tetapi juga mengajak warga berdialog terbuka. Fokus utama yang disampaikan adalah imbauan krusial terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan tindak kejahatan di lingkungan masing-masing.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Mengingat kondisi lingkungan saat ini, praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas dan merugikan. Selain itu, warga diajak untuk aktif berperan serta dengan segera melaporkan setiap penemuan titik api maupun aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwenang.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah penyerapan aspirasi dan informasi langsung dari warga mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tempat tinggal mereka. Kehadiran fisik polisi diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam mencegah berbagai gangguan keamanan.
Terkait pelaksanaan kegiatan ini, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa patroli memiliki makna lebih dari sekadar pencegahan kriminal.
“Kegiatan patroli tidak hanya berorientasi pada pencegahan tindak kriminal, tetapi juga menjadi kesempatan bagi personel untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Kapolsek Bernadus.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran serta masyarakat sangatlah krusial. Kewaspadaan dan kepedulian warga menjadi kunci utama, terutama dalam hal penyampaian informasi cepat jika ditemukan potensi bahaya.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan maupun Karhutla dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.
KA, Biro Kab Landak – Basirun










