Kapolda Kalsel Pimpin Rakor Lanjutan Penanganan Karhutla: Luncurkan Inovasi Cairan Pemadam Khusus Gambut, Hujan Buatan Belum Memungkinkan Diterapkan

banner 468x60

 

BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan yang sangat strategis guna mengatasi tantangan besar bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2026. Pertemuan penting ini berlangsung di Auditorium Polda Kalsel pada Sabtu (5/9/2026) siang, mengumpulkan berbagai elemen kunci dari pemerintahan maupun unsur keamanan.

 

Rakor berjalan dengan sangat serius dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Wakapolda Kalsel, para Pejabat Utama Polda Kalsel, Komandan Kasrem 101/Antasari, Kapolres Banjarbaru, serta pimpinan instansi vital seperti BPBD Kalsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kehutanan, hingga Dinas Sosial. Tak hanya terbatas kehadiran langsung, kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui sambungan video konferensi oleh para Kapolres/Kepala Polres Jajaran, serta melibatkan jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Penyuluh Pertanian yang beroperasi di seluruh wilayah Kota Banjarbaru maupun Kabupaten Banjar.

 

Dalam pembahasan mendalam yang berlangsung, disampaikan fakta lapangan berdasarkan pemantauan resmi dari BMKG, yakni fenomena cuaca El Nino diprediksi akan terus bertahan dan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Kondisi atmosfer yang tidak mendukung terlihat jelas dari suhu permukaan Samudera Hindia bagian timur yang cenderung dingin. Hal ini berdampak langsung pada minimnya pembentukan uap air di atmosfer, sehingga membuat upaya Operasi Modifikasi Cuaca atau teknologi pembuatan hujan buatan hampir tidak memungkinkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

 

Tantangan semakin berat dan ancaman semakin nyata mengingat luasnya wilayah kritis yang terbakar. Kebakaran telah melanda Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) yang sangat rentan dengan luas terjangkau kurang lebih mencapai 160.000 hektare. Wilayah ini memiliki karakteristik kedalaman gambut antara 0,5 hingga 3 meter yang telah mengalami degradasi lingkungan cukup parah. Akibatnya, jenis kebakaran yang terjadi adalah kebakaran bawah permukaan tanah atau subsurface yang sifatnya amat sulit dipadamkan, menyembunyikan bara api di dalam lapisan tanah. Dampaknya, biaya operasional yang ditanggung pun terbilang luar biasa tinggi, mencapai angka sekitar Rp600 juta per hari hanya untuk penerjunan helikopter pengebom air (water bombing).

 

Ditegaskan pula bahwa sekitar 99 persen dari seluruh peristiwa kebakaran ini berakar dari faktor perilaku manusia, bukan akibat sebab alami. Dampak yang ditimbulkan pun sangat mengkhawatirkan: terjadinya krisis ketersediaan air bersih yang melanda wilayah Banjarbaru, Banjarmasin, hingga Tanah Laut, serta secara serius mengancam ketahanan pangan daerah yang menjadi tumpuan hidup masyarakat luas.

 

Menghadapi situasi kritis tersebut, Polda Kalsel berhasil menorehkan prestasi melalui pengembangan inovasi teknologi pemadaman. Berkat kerja keras dan riset dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel, telah diciptakan cairan pemadam berbasis bahan aktif Methyl Ester Sulfonate (MES). Teknologi ini dikombinasikan dengan pemantauan canggih menggunakan drone penginderaan panas (thermal). Hasilnya terbukti sangat efektif: cairan ini mampu memutus rantai pasokan oksigen yang dibutuhkan api, menurunkan suhu lapisan tanah gambut secara drastis hingga ke bagian terdalam, serta secara signifikan menghemat penggunaan air yang selama ini menjadi kendala utama.

 

Mendapatkan penjelasan mengenai terobosan ini, Wamenko Pangan RI bersama Sekda Provinsi Kalsel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Mereka mendorong agar karya inovatif kepolisian ini segera diproses untuk mendapatkan perlindungan Hak Paten, sebagai sumbangsih monumental dalam penanganan bencana kebakaran lahan gambut yang sulit diatasi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga menyiapkan langkah pendampingan teknis berupa sistem irigasi pembasahan (rewetting) serta teknik perendaman lahan secara selektif untuk menjaga kelembapan tanah.

 

Wamenko Pangan RI juga turut menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kerja keras tanpa kenal lelah dari gabungan unsur TNI, Polri, BPBD, seluruh jajaran pemerintah daerah, hingga para relawan yang berdiri teguh di garis depan penanganan bencana. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel menegaskan adanya komitmen anggaran daerah yang kuat melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT), guna mendukung penuh kelancaran operasional serta penyediaan sarana dan prasarana bagi para petugas dan relawan yang berjuang di lapangan.

 

Mengingat kondisi cuaca yang belum memungkinkan untuk solusi hujan buatan, Wamenko Pangan bersama Kapolda Kalsel sepakat menginstruksikan dua jalur utama: penguatan pendekatan persuasif serta pelaksanaan sosialisasi yang masif hingga menjangkau tingkat terendah masyarakat, yaitu tingkat RT/RW, Lurah, Kepala Desa, didukung penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya adalah memberikan edukasi yang menyeluruh agar tidak ada lagi warga yang melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

 

Di sisi penegakan hukum, Kapolda Kalsel menegaskan bahwa tindakan tegas terus dilaksanakan tanpa kompromi. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menangani sebanyak 7 Laporan Polisi (LP) dengan status tersangka perorangan yang sudah masuk ke tahap penyidikan. Selain itu, pihak berwenang juga sedang merampungkan berkas perkara guna menaikkan status satu kasus yang melibatkan pihak korporasi ke dalam tahap penyidikan yang sama.

 

Melalui konsolidasi dan kesepakatan yang dibangun dalam rapat koordinasi ini, seluruh unsur Forkopimda Kalsel berikatan bulat untuk memperkuat segala lini pertahanan—mulai dari langkah pencegahan berbasis kesadaran masyarakat di tingkat desa, hingga penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan. Semua upaya ini diarahkan tunggal: menghentikan laju kerusakan akibat bencana karhutla serta memulihkan tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.

 

Humas Polda Kalsel

Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Selatan: Wahyuddin

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *