PALANGKA RAYA — Polda Kalimantan Tengah memasuki tahap penting dalam penilaian Kompolnas Award 2026, setelah berhasil masuk menjadi salah satu dari 5 besar nominator terpilih dari total 34 Polda se-Indonesia. Visitasi dan penilaian lapangan resmi dibuka di Aula Graha Bhayangkara, Polda Kalteng, pada Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan dihadiri oleh Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim, turut hadir Gubernur Kalteng, Pangdam XII/Tanjungpura, Kabinda Kalteng, Danrem 102/Panju Panjung, jajaran pejabat utama Polda, serta para tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim menyampaikan bahwa penilaian kali ini difokuskan pada kontribusi nyata Polda terhadap pembangunan berkelanjutan melalui lima aspek utama: Manusia, Kesejahteraan, Bumi, Kemitraan, dan Kedamaian.
“Alhamdulillah, Polda Kalteng berhasil masuk 5 besar nominasi Kompolnas Award 2026 dari 34 Polda se-Indonesia,” ujar Dr. Yusuf dengan penuh apresiasi.
Lima aspek penilaian tersebut diuraikan sebagai berikut:
– Aspek Manusia, meliputi peningkatan kualitas SDM internal serta inovasi pelayanan publik yang melampaui program standar Mabes Polri.
– Aspek Kesejahteraan, mencakup peran Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat guna mendukung perekonomian, termasuk penindakan tegas terhadap premanisme.
– Aspek Bumi, berupa komitmen nyata dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang terbukti menurunkan tingkat kerawanan di wilayah Kalteng.
– Aspek Kemitraan, tercermin dari sinergi yang erat dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya.
– Aspek Kedamaian, diwujudkan melalui upaya pencegahan konflik, penekanan sikap intoleransi, serta penciptaan lingkungan yang aman dan toleran.
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian nominasi tersebut. Menurutnya, masuk dalam daftar nominasi merupakan pengakuan atas kinerja jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta inovasi pelayanan kepolisian.
“Mendapat nominasi saja kami sudah bersyukur. Saya minta seluruh jajaran menyampaikan data apa adanya, sesuai kondisi sebenarnya di lapangan,” tegas Iwan.
Lebih lanjut, Kapolda menyebutkan bahwa falsafah Huma Betang menjadi landasan utama pelaksanaan tugas kepolisian di Kalteng. Nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan itu kemudian diwujudkan melalui program Forum Kebangsaan Huma Betang, yang merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga kedamaian.
“Ini menjadi momentum berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar Kalimantan Tengah semakin aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” pungkas Kapolda.,(Adji)
Korwil Kalteng Asmil Bugis.,”










