Polsek Air Besar ~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~Patroli kepolisian tidak selalu harus diwarnai dengan pengejaran, pemeriksaan, ataupun penindakan. Di tengah teriknya matahari siang, kehadiran polisi justru dapat menjadi lebih bermakna ketika mampu menyapa, mendengar, dan berbincang langsung bersama masyarakat, ” Minggu (23/8/2026) Hal tersebut terlihat saat personel Polsek Air Besar, Polres Landak, melaksanakan patroli siang di kawasan Jalan Lintas Kalimantan Poros Utara, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.
Saat melintas di kawasan tersebut, petugas mendapati sejumlah warga sedang duduk santai. Polisi kemudian menyempatkan diri berhenti dan bergabung bersama warga. Suasana pun berubah menjadi obrolan santai dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan tersebut, Polisi juga memberikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kejahatan, menjaga barang-barang berharga, serta tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kriminalitas untuk melancarkan aksinya.
Warga juga diingatkan agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila melihat aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Air Besar IPDA Dedi Iskandar, secara terpisah mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menghadirkan rasa aman sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Patroli bukan hanya sekadar berkeliling untuk memantau situasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk bertemu dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dari komunikasi seperti ini, kami dapat mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” ujar IPDA Dedi Iskandar.
Lanjut Kapolsek menambahkan, pendekatan humanis menjadi salah satu cara yang terus dikedepankan personel Polsek Air Besar dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Menurutnya, ketika polisi mau duduk bersama dan mendengarkan warga, komunikasi akan menjadi lebih terbuka. Masyarakat pun diharapkan semakin percaya dan tidak sungkan untuk menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mencegah berbagai potensi kejahatan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan, segera informasikan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Kehadiran polisi di tengah warga tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan formal. Terkadang, sebuah sapaan, obrolan sederhana, dan kesediaan untuk duduk bersama justru mampu membangun komunikasi serta kepercayaan yang menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
KA, Biro Kab Landak Basirun.,”










