BERAU – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Berau bersama jajaran TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait memperkuat langkah bersama melalui rapat koordinasi lintas sektor. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau.
Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi, menyusun strategi penanganan, serta memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Berau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemkab Berau M. Hendratno, Kepala BPBD Berau Masyhadi Muhdi, Pasi Ops Kodim 0902/Berau Kapten Inf Makin Effendi, Kabag Ops Polres Berau AKP Kasiyono, serta unsur Skuadron 13/Amur Balotta Yudha, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perkebunan, Manggala Agni, Unit Siaga SAR Berau, pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHP) se-Berau, hingga para camat terkait.
Pembahasan utama berfokus pada kondisi cuaca dan perkembangan potensi kebakaran. Berdasarkan data BMKG, risiko terjadinya karhutla dalam beberapa hari ke depan masih berada pada kategori tinggi. Pantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan rentang pendek hingga menengah, sementara sejumlah titik panas terpantau dinamis, termasuk di Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Segah. Meski citra satelit per 11 Agustus 2026 belum menunjukkan sebaran asap signifikan, seluruh pihak diminta tak lengah dan memperkuat pencegahan sejak dini.
Manggala Agni memaparkan langkah strategis mulai dari pemantauan real-time, patroli rutin, pengawasan ketat pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur pembasahan, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Selain pencegahan, kesiapan penanganan darurat seperti aktivasi posko dan pemadaman terpadu juga disiapkan.
Sejumlah kendala di lapangan pun diinventarisasi, di antaranya akses lokasi sulit, keterbatasan alat dan personel, karakteristik lahan gambut, serta kesulitan sumber air di beberapa titik.
Kabag Ops Polres Berau AKP Kasiyono menegaskan sinergi adalah kunci utama. “Setiap informasi harus segera diteruskan dan ditindaklanjuti agar penanganan cepat dan tepat. Keterbatasan sumber daya harus diatasi dengan kerja sama lintas unsur,” ujarnya.
Rapat menyepakati langkah penguatan seperti kesepakatan bersama antarinstansi, pembentukan posko gabungan, serta grup komunikasi terpadu untuk mempercepat alur informasi dan pengerahan dukungan.
Seluruh pihak berkomitmen menjaga kesiapan penuh guna meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Berau.
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur: Muhammad Thio Adnan










