PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) semakin mengintensifkan langkah strategis untuk mencegah masuknya narkotika melalui jalur perairan di wilayah ini. Hal ini diungkapkan dalam dialog interaktif bertema “Strategi Ditpolair Mencegah Masuknya Narkoba Jalur Air” yang digelar di Studio RRI Pontianak, Rabu (12/8/2026).
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat karakteristik wilayah Kalbar yang memiliki garis pantai sepanjang 1.398 kilometer serta dialiri sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas, Melawi, dan Sambas. Kondisi geografis tersebut berpotensi dimanfaatkan jaringan pengedar untuk menyelundupkan barang terlarang.
Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Kalbar AKBP Y. Andis Arya menjelaskan bahwa pengawasan ketat menjadi prioritas utama. “Karakteristik perairan Kalbar yang luas membutuhkan penanganan terpadu dan pemetaan kerawanan secara presisi agar jalur-jalur tikus tidak disalahgunakan oleh jaringan pengedar,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, wilayah perairan dibagi ke dalam beberapa zona rawan dan dibentuk 13 unit patroli yang bersinergi dengan Satpolair jajaran Polres setempat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, upaya ini telah membuahkan hasil dengan penanganan 14 kasus narkotika di wilayah Ketapang, Kendawangan, hingga aliran Sungai Kapuas, melalui 32 kali kegiatan patroli terpadu.
Pengawasan tidak hanya mengandalkan kehadiran fisik, tetapi juga diperkuat teknologi seperti sistem Automatic Identification System (AIS) yang terintegrasi dengan Pusat Komando, serta kerja sama lintas batas melalui patroli bersama Polisi Diraja Malaysia Wilayah 5 Sarawak. “Pencegahan narkoba di perairan memadukan kekuatan teknologi, pemetaan wilayah, sinergi instansi, serta tindakan hukum yang tegas,” tegas Andis.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Pihaknya mengimbau nelayan, pekerja kapal, dan buruh pelabuhan untuk aktif menjadi mitra kepolisian serta menghapus stigma keliru bahwa narkoba dapat menambah stamina.
“Sesuai tupoksi kepolisian, Polda Kalbar berkomitmen menjaga kamtibmas kondusif dan meminta masyarakat ikut menjaga perairan dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan; jauhilah narkoba karena bahayanya merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Bambang.
Korwil Kalbar Rustan.,”










