BERAU – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Polsek Gunung Tabur bersama personel Polres dan BKO Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, Manggala Agni, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V. Kegiatan patroli siaga dan penanggulangan Karhutla Zona I ini berlangsung pada Rabu (2/9/2026), berpusat di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.
Sebanyak 23 personel gabungan turun ke lapangan, terdiri dari tujuh personel Polri, delapan personel KPHP Berau Utara, empat personel Manggala Agni, serta empat personel BWS Kalimantan V. Kegiatan diawali dengan briefing pukul 08.00 WITA, di mana seluruh personel menerima arahan teknis penanganan dan langkah-langkah yang harus diambil jika menemukan titik api selama patroli.
Pukul 09.30 WITA, tim gabungan bergerak menyisir wilayah rawan dan berhasil menemukan lima titik hotspot berukuran medium yang langsung ditangani agar tidak meluas. Dua titik api berada di lahan milik warga Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, sedangkan tiga titik lainnya di lahan milik warga Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau. Dengan cepat dan terkoordinasi, tim melakukan pemadaman serta pembagian tugas yang rapi untuk mencegah api merambat ke area yang lebih luas dan merugikan masyarakat maupun lingkungan.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa patroli dan pemantauan Karhutla akan terus dilakukan secara intensif, khususnya di wilayah berpotensi tinggi munculnya titik api. “Penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, dan sinergi seluruh unsur. Setiap titik api yang ditemukan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengapresiasi sinergi personel gabungan dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Berau. “Polda Kaltim terus mendorong penguatan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kecepatan deteksi dan penanganan menjadi kunci agar setiap titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.
Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan selesai, personel gabungan kembali ke Posko Siaga Karhutla untuk melaksanakan apel konsolidasi pada pukul 23.00 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Gunung Tabur bersama seluruh unsur terkait juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.
Korwil Kaltim: Muhammad Thio Adnan.










