Polda Kalteng Terima 48 Personel Edukasi dan Sarana Pendukung Penanganan Karhutla

banner 468x60

 

PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat langkah terpadu dalam mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tidak hanya mengandalkan upaya pemadaman, kepolisian juga memperkuat edukasi masyarakat serta melengkapi dukungan sarana dan prasarana operasional.

 

Dalam kegiatan yang berlangsung di Polda Kalteng, Jumat (28/8/2026), jajaran menerima dua dukungan penting: personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Satgas Edukasi Karhutla dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, serta bantuan peralatan penanganan Karhutla dari Kapolri.

 

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, yang mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa sebanyak 48 personel BKO Satgas Edukasi telah diterima. Nantinya, seluruh personel tersebut akan disebarkan ke sejumlah Polres di wilayah hukum Polda Kalteng untuk menjalankan tugas sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla langsung ke tengah masyarakat.

 

“Hari ini Polda Kalteng melaksanakan dua hal penting. Pertama, menerima BKO Satgas Edukasi Karhutla dari Lemdiklat Polri sebanyak 48 orang. Mereka akan disebar ke jajaran Polres untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan Karhutla,” ujar Brigjen Pol Yosi.

 

Selain penguatan sumber daya manusia, Polda Kalteng juga menerima dukungan sarana dan prasarana operasional dari Kapolri guna mendukung efektivitas pencegahan maupun penanganan api di lapangan. Sebagian peralatan telah diterima, sedangkan sisanya masih dalam proses pengiriman dari Mabes Polri dan akan diambil melalui Bandara Tjilik Riwut.

 

“Peralatan ini akan kita manfaatkan dan sebarkan ke Polres-Polres jajaran, sehingga diharapkan pemadaman dan penanganan Karhutla dapat berjalan lebih optimal,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Wakapolda menekankan bahwa penanganan Karhutla juga bertujuan mencegah dampak luas yang mengganggu aktivitas vital masyarakat, terutama sektor transportasi udara dan pendidikan.

 

Bandara Tjilik Riwut disebut sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Tengah, sehingga ancaman kabut asap harus terus diantisipasi agar tidak mengganggu kelancaran penerbangan. “Kita tidak ingin bandara tertutup karena asap. Ini wajah transportasi kita; jika terganggu akan berdampak buruk bagi perjalanan warga yang keluar maupun masuk ke wilayah ini,” jelasnya. Meski begitu, kondisi Bandara Tjilik Riwut saat ini masih dinyatakan layak untuk melayani penerbangan.

 

Selain transportasi, aspek pendidikan juga menjadi prioritas. Polda Kalteng berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar dan sekolah tidak perlu diliburkan akibat dampak kebakaran maupun kabut asap.

 

“Kita tidak ingin anak-anak sekolah harus berhenti belajar karena Karhutla. Kita harapkan proses pendidikan tetap berjalan kondusif,” pungkas Wakapolda.

 

Dengan sinergi penguatan personel, kelengkapan sarana, serta edukasi yang menyasar masyarakat luas, Polda Kalteng berkomitmen menekan risiko Karhutla serta meminimalkan dampak terhadap keselamatan, kesehatan, kelancaran transportasi, pendidikan, dan aktivitas warga secara keseluruhan.

 

Humas Polda Kalteng

Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Tengah: Asmil Bugis

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *