Polsek Nanga Pinoh Lakukan Groundcheck & Penanganan Karhutla, 8 Hektare Lahan Terbakar di Melawi

banner 468x60

 

MELAWI – Jajaran Polsek Nanga Pinoh di bawah naungan Polres Melawi, Polda Kalimantan Barat, bergerak cepat melakukan pengecekan langsung (groundcheck) sekaligus penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah hukumnya, Sabtu (5/9/2026). Langkah ini diambil sebagai respons sigap untuk memastikan keberadaan titik api, mencegah meluasnya kebakaran, serta meminimalisir dampak buruk Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ditemukan beberapa titik kebakaran yang tersebar di beberapa desa:

 

– Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh: ±3 hektare

– Desa Labai Mandiri, Kecamatan Nanga Pinoh: ±1 hektare

– Desa Pelinggang, Kecamatan Pinoh Selatan: ±1 hektare

– Desa Bayur Raya, Kecamatan Pinoh Selatan: ±2 hektare

– Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara: ±1 hektare

 

Secara keseluruhan, total lahan yang terdata terbakar mencapai ±8 hektare, yang seluruhnya merupakan lahan dengan jenis tanah mineral.

 

Personel yang bertugas di lokasi segera melakukan upaya pemadaman api dengan peralatan yang tersedia di lapangan. Di samping itu, petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang kering membuat api dapat dengan mudah meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

 

Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Melawi.

 

“Personel kami terus melakukan pemantauan dan groundcheck terhadap titik-titik api yang terdeteksi maupun yang dilaporkan masyarakat. Setiap informasi akan segera ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan,” tegas Kapolres.

 

Dalam pelaksanaan penanganan Karhutla tersebut, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain lokasi kebakaran yang jauh dari permukiman, akses jalan berupa tanah berbukit yang sulit dilalui, keterbatasan peralatan pemadaman, serta minimnya sumber air di sekitar titik api. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal memadamkan kobaran api guna mencegah penyebaran yang lebih luas.

 

Kapolres Melawi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla, dengan tidak membuka lahan melalui cara pembakaran dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

 

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat—tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam upaya melindungi warga dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Melawi.

 

Humas Res Mlw (Arb).

Endin Investigasi Kalbar.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *