BANJARBARU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lahan gambut terus dimaksimalkan melalui kolaborasi lintas unsur. Polda Kalimantan Selatan bersinergi dengan TNI, BPBD, Pemerintah Provinsi Kalsel, serta GAPKI menerapkan inovasi metode pemadaman bawah permukaan (subsurface) guna menjangkau dan memadamkan bara api yang menjalar tersembunyi di dalam tanah gambut.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengungkapkan keunikan tantangan di lokasi kejadian. Kawasan Guntung Damar merupakan wilayah yang telah dilanda kebakaran selama kurang lebih tiga minggu. Karakteristik tanah gambut yang tebal membuat api kerap kali sulit diputus rantai penyebarannya—meski permukaan atas telah terbasuh air dan terlihat padam, bara panas di lapisan bawah tetap membara dan berpotensi kembali menyala.
“Lahan di bawahnya ini berupa gambut. Ketika bagian atas dipadamkan, bawah tanahnya masih membara. Karena itu, kita berkolaborasi menggunakan alat pipa khusus yang ditanam hingga kedalaman sekitar dua meter ke dalam gambut,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan langsung di lokasi penanganan karhutla, Guntung Damar, Banjarbaru, Jumat (28/8/2026) sore.
Melalui terobosan berupa pipa suntik khusus ini, aliran air dapat disalurkan langsung menembus lapisan tanah gambut hingga mencapai titik api di kedalaman tertentu. Hasil uji coba yang dilakukan tim gabungan di lapangan membuktikan bahwa metode ini sangat efektif dalam menekan suhu sekaligus memadamkan bara api bawah tanah yang menjadi sumber utama keberlanjutan kebakaran.
Sebagai langkah lanjutan guna memperkuat pertahanan wilayah, pihak kepolisian bersama tim gabungan tengah menyiapkan sebanyak 50 unit pipa penusuk gambut yang akan disebarkan dan ditempatkan secara berkelanjutan mendekati titik-titik rawan api.
Tak hanya mengandalkan sistem penusukan bawah tanah, penanganan karhutla ini juga didukung strategi pendukung berupa penempatan kolam-kolam bioflok di sejumlah titik strategis, seperti di kawasan Guntung Damar dan Pengayuan. Kolam penampungan air portabel ini dicampur dengan cairan zat khusus hasil formulasi Bidlabfor Polda Kalsel. Campuran kimia khusus tersebut berfungsi meredam panas dengan cepat serta memperkuat daya serap air ke dalam pori-pori tanah gambut.
Inovasi ini menjadi bukti nyata keseriusan dan adaptabilitas tim gabungan dalam menghadapi tantangan kebakaran lahan gambut yang dikenal paling sulit ditangani, demi mengembalikan keamanan dan kenyamanan lingkungan serta masyarakat Kalimantan Selatan.
Humas Polda Kalsel
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Selatan: Wahyuddin










