BERAU – Kepolisian Resor Berau secara resmi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026. Sebagai wujud kesiapan penuh sebelum turun ke lapangan, Polres Berau menggelar Apel Pergeseran Pasukan guna memastikan seluruh kekuatan siap beroperasi di wilayah-wilayah yang dinilai rawan kebakaran.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyatukan pemahaman seluruh personel mengenai tugas, tanggung jawab, serta prosedur kerja yang harus diterapkan selama bertugas di lapangan.
Dalam operasi penanggulangan Karhutla ini, Polres Berau menyiapkan kekuatan gabungan yang cukup besar, berjumlah 225 personel. Rinciannya terdiri dari 165 personel dari jajaran Polres Berau sendiri, ditambah dukungan 60 personel Bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Timur. Seluruh personel tersebut selanjutnya akan disebarkan ke titik-titik lokasi strategis guna memperkuat jaringan pemantauan serta kemampuan penanganan kebakaran secara cepat.
Dalam arahannya, Kapolres Berau menegaskan bahwa Karhutla tidak sekadar masalah kerusakan lingkungan semata, melainkan bencana yang membawa dampak luas bagi keselamatan masyarakat jika tidak ditangani secara terpadu dan cepat.
“Kita harus menyadari bahwa bencana Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, aktivitas perekonomian, maupun stabilitas keamanan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan personel serta kerja sama dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait,” tegas AKBP Ridho Tri Putranto.
Pimpinan juga menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya dinilai dari seberapa cepat api dapat dipadamkan setelah terjadi kebakaran. Lebih dari itu, upaya pencegahan melalui pengawasan ketat dan deteksi dini harus menjadi prioritas utama.
“Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan tugas di lapangan, Kapolres meminta jajaran meningkatkan intensitas patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Setiap informasi atau temuan berupa titik api harus segera ditindaklanjuti dengan respons cepat serta didukung koordinasi yang erat lintas instansi terkait.
“Dalam pelaksanaan tugas penanggulangan Karhutla, tingkatkan patroli dan deteksi dini terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran. Apabila ditemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera lakukan tindakan cepat sesuai prosedur serta koordinasikan dengan instansi dan pihak terkait,” instruksinya tegas.
Selain aspek teknis operasional, faktor keselamatan personel juga menjadi sorotan utama. Para perwira pengendali diminta senantiasa membimbing anggota, memberikan arahan yang jelas, serta memastikan kewaspadaan tetap terjaga selama berada di medan penugasan.
“Kepada para perwira pengendali dan pimpinan di lapangan, saya minta agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap anggota, memberikan arahan secara jelas dan terukur, serta segera mengambil langkah yang tepat apabila terjadinya Karhutla. Jaga sikap dan perilaku selama berada di medan penugasan, utamakan keselamatan diri dan rekan, serta tingkatkan kewaspadaan,” tambahnya.
Terakhir, Kapolres Berau mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga nama baik institusi. Tindakan disiplin, integritas, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran menjadi syarat mutlak dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Hindari segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun, dan senantiasa jaga nama baik diri, satuan, serta institusi Polri. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan niat sebagai bentuk ibadah serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga tugas ini berjalan aman, lancar, dan berhasil,” pungkas AKBP Ridho Tri Putranto.
Melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026 ini, Polres Berau bersama dukungan kekuatan dari Polda Kaltim berkomitmen penuh memperkuat sistem pencegahan, deteksi dini, serta respons cepat guna menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampak buruknya bagi lingkungan dan warga.
Humas Polda Kaltim
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur Muhammad Thio Adnan.










