KETAPANG — Polres Ketapang terus memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan membangun sarana pendukung strategis berupa Sumur Bor Presisi di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran. Terbaru, Sumur Bor Presisi kedua dibangun di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang—sebuah langkah nyata menghadirkan sumber air yang tak hanya vital untuk penanganan kebakaran, namun juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) langsung oleh Kapolsek Muara Pawan Ipda Eko Astower, S.E., bersama personel Polsek Muara Pawan dan warga setempat. Lokasi pembangunan berada di Desa Sungai Awan Kiri dengan titik koordinat 1,73096 LS dan 110,11403 BT. Proses pengeboran masih berlangsung dan setelah selesai akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa serta instalasi pendukung, dengan estimasi pengerjaan memakan waktu sekitar dua hari.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., menyampaikan bahwa pembangunan Sumur Bor Presisi ini merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Ketersediaan sumber air di titik-titik strategis dinilai sangat penting untuk mempercepat penanganan apabila api mulai muncul, sekaligus mempermudah proses pemadaman oleh personel di lapangan.
“Pembangunan Sumur Bor Presisi ini merupakan langkah preventif yang kami rancang untuk menghadapi potensi Karhutla. Kami berharap keberadaan sumber air ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk membantu penanganan kebakaran maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak—tidak bisa dilakukan sendirian,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Sumur Bor Presisi pertama yang berlokasi di Jalan Sei Awan–Tanjungpura KM 14, Mensubuk, Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, telah selesai dibangun dan siap difungsikan. Dengan adanya dua unit sumur bor tersebut, Polres Ketapang berharap ketersediaan sumber air di wilayah rawan Karhutla semakin memadai, sehingga respons dan penanganan terhadap kebakaran hutan maupun lahan dapat dilakukan jauh lebih cepat dan efektif.
Tak hanya membangun sarana fisik, Kapolres Ketapang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla. Mari kita jaga lingkungan bersama, segera laporkan apabila menemukan titik api, dan manfaatkan sarana yang telah dibangun ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.
Endin Investigasi Kalbar










