KALIMANTAN TIMUR – Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan setiap langkah institusi penegakan hukum. Hal ini berlaku mutlak bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan yang beroperasi di seluruh penjuru wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Tanpa kepercayaan yang tulus dari masyarakat, segala upaya menegakkan keadilan, menjaga ketertiban umum, serta melindungi segenap lapisan masyarakat akan sulit mencapai tujuan yang sesungguhnya diharapkan.
Namun, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat beragam tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Muhammad Thio Adnan, Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Timur Media Online Pena Mitra Bhayangkara.com & Pena Mitra News.com, menyampaikan bahwa dari hasil pantauan langsung serta serangkaian pertemuan dengan warga di berbagai kabupaten dan kota di wilayah ini, banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait masih kurangnya transparansi dalam proses penanganan perkara.
“Banyak warga yang telah melapor mengaku proses penanganan sering kali tertunda atau diperlambat tanpa kejelasan yang memadai. Bahkan muncul persepsi di masyarakat bahwa terdapat perlakuan berbeda jika pihak yang dilaporkan adalah orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih atau kedudukan tertentu,” ungkap Thio. Keluhan serupa tidak hanya datang dari warga di daerah terpencil yang aksesnya terbatas, melainkan juga dari masyarakat yang tinggal di ibu kota kabupaten, yang mengaku kesulitan mendapatkan kepastian maupun perkembangan rinci terkait laporan yang telah mereka ajukan.
Dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra kontrol sosial yang objektif, pihak pers pun tak lepas dari kendala tersendiri. Meski hubungan kemitraan yang harmonis telah terjalin dengan baik bersama jajaran pimpinan di tingkat Polda Kalimantan Timur dan Kejaksaan Tinggi, sering kali media sulit mendapatkan akses maupun respon yang cepat dari jajaran di tingkat bawah, seperti Polres, Polsek, maupun Kejaksaan Negeri di berbagai wilayah.
“Kami sangat berharap pimpinan di tingkat Polda dan Kejaksaan Tinggi dapat memberikan arahan yang lebih tegas dan menyeluruh kepada seluruh jajaran di bawahnya, agar tetap menjaga kemitraan yang baik dan terbuka dengan pers. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman, salah tafsir, maupun jarak komunikasi yang justru merugikan semua pihak,” tambah Thio.
Di sisi lain, pihak pers juga menegaskan komitmen kuat untuk menjalankan perannya secara independen dan bertanggung jawab. “Kami mengajak seluruh insan pers di Kalimantan Timur dan sekitarnya untuk senantiasa menjaga integritas setinggi-tingginya, tidak tergoyahkan oleh materi, tekanan, maupun hubungan kenalan, dan selalu menulis serta memberitakan berdasarkan fakta yang sebenarnya terverifikasi. Fungsi kontrol sosial harus berjalan lurus, adil, dan berimbang demi kepentingan keadilan serta kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Masyarakat pun menaruh harapan besar agar Polri dan Kejaksaan di Kalimantan Timur dapat segera memperbaiki kualitas pelayanan publik secara menyeluruh. Setiap laporan yang masuk harus ditanggapi dengan cepat dan tepat sasaran, setiap pertanyaan masyarakat harus dijawab secara transparan dan rinci, serta keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, tanpa memandang siapa pelakunya. Dengan menjaga integritas di setiap langkah kerja, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan menguat kembali, serta sinergi yang kokoh antara aparat hukum, pers, dan masyarakat dapat terjalin demi Kalimantan Timur yang lebih aman, adil, dan sejahtera.
Lebih jauh, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada insan pers untuk tidak hanya menjadi jembatan informasi bagi aparat hukum, tetapi juga menjadi sumber kebenaran yang dapat diandalkan. “Masyarakat sangat membutuhkan informasi yang akurat, karena saat ini kita sedang berada di masa krisis informasi yang benar. Informasi yang jelas dan teruji sangat berguna bagi kami untuk memahami situasi di sekitar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut juga menambahkan pentingnya pemberitaan yang berimbang, tidak hanya menampilkan sisi keberhasilan semata. “Sering kali berita yang kami terima hanya berisi hal-hal baik sebagai contoh atau sampel, padahal seharusnya pemberitaan disusun berimbang sesuai dengan temuan dan dampak yang ada di lapangan. Jangan hanya mengangkat keberhasilan, tetapi juga harus berani menyoroti sisi kekurangan yang masih perlu diperbaiki, agar hal tersebut menjadi masukan berharga bagi kemajuan bersama,” tandasnya.
PMBcom, Kaltim.,”










