PONTIANAK – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Barat menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memanfaatkan teknologi canggih Drone UAV VTOL sebagai sarana pendukung utama pengawasan dan operasi lapangan, Kamis (20/8).
Dalam kegiatan tersebut, Drone UAV VTOL diuji kemampuannya untuk melakukan pemantauan wilayah dari udara, khususnya dalam mendeteksi dini potensi titik api serta memantau pergerakan kobaran api. Teknologi ini dinilai sangat membantu personel untuk mendapatkan gambaran situasi secara lebih cepat, akurat, dan mampu menjangkau lokasi yang sulit diakses dengan jalur darat maupun sungai.
Selain untuk kebutuhan penanganan Karhutla, sistem udara tanpa awak ini juga dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi pengamanan wilayah serta kegiatan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) saat terjadi bencana.
Simulasi ini melibatkan sembilan personel operator Drone UAV VTOL yang dipimpin langsung oleh AKP Herry Wanson T. M. N., S.I.Kom.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas tugas kepolisian di tengah tantangan yang semakin beragam.
“Penggunaan teknologi drone diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan dini serta mempercepat waktu respons dalam penanganan Karhutla maupun kegiatan kepolisian lainnya,” ujar Kombes Pol Bambang Suharyono.
Langkah ini menegaskan komitmen Polda Kalbar untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan personel guna memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi dan menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Koordinator Liputan Wilayah Kalimantan Barat: Rustan










