Polri Kerahkan 403 Personel Lemdiklat Perkuat Edukasi Cegah Karhutla di 8 Wilayah Prioritas

banner 468x60

 

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan pendekatan edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat secara masif dan terpadu. Langkah ini dijalankan melalui sinergi unsur pendidikan, pembinaan masyarakat, operasional lapangan, hingga penegakan hukum yang tegas.

 

Sebanyak 403 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri disiapkan sebagai tim edukasi khusus yang akan diterjunkan secara bertahap ke delapan wilayah hukum Polda prioritas. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

 

Gubernur Lemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyatakan pengerahan ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri, guna memperluas jangkauan pencegahan karhutla. Menurutnya, penanganan saat kebakaran terjadi saja tidak cukup; pencegahan harus dimulai dari penguatan pemahaman masyarakat sejak dini.

 

“Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan,” ujar Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak di Jakarta, Senin (25/8/2026).

 

Dalam tugasnya, para personel tidak hanya sekadar menyampaikan imbauan, tetapi membawa pemahaman mendalam mengenai penyebab utama, dampak yang ditimbulkan, serta peran krusial masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla. Materi edukasi mencakup aspek kesehatan, dampak sosial-ekonomi bagi warga sekitar, hingga dampak lingkungan yang dapat menjangkau lingkup regional maupun hubungan dengan negara tetangga.

 

“Dampak yang terjadi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi apabila hal ini tidak segera dilakukan langkah-langkah yang terintegrasi, termasuk dalam hal ini penyuluhan, ini berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar dan tentu kepada Indonesia yang dampaknya berpengaruh kepada negara-negara tetangga,” tegasnya.

 

Komposisi Personel dan Tugas Pengabdian

 

Ke-403 personel tersebut terdiri dari 8 personel pendamping/pimpinan serta 395 peserta didik yang berasal dari S2-STIK, Setukpa, hingga Sespimma. Penugasan ini menjadi wadah penerapan ilmu sekaligus pengalaman lapangan bagi peserta didik dalam menjalankan tugas kemasyarakatan.

 

Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono menambahkan bahwa pendekatan ini menargetkan faktor manusia sebagai salah satu pemicu utama karhutla. Kurangnya sosialisasi dan pemahaman dinilai sering kali menjadi akar permasalahan yang harus diselesaikan.

 

“Kalau namanya kesalahan manusia berarti mereka kurang sosialisasi. Sehingga pada waktu nanti para siswa, para perwira siswa ini diterjunkan ke wilayah, mereka akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya mereka lebih jelas,” jelasnya.

 

Di lapangan, tim edukasi akan berkoordinasi erat dengan jajaran Direktorat Binmas di masing-masing Polda serta melibatkan tokoh masyarakat dan unsur terkait. Edukasi disusun agar sesuai dengan kondisi, karakteristik, serta tantangan spesifik di setiap wilayah penugasan.

 

Sinergi Pencegahan dan Penegakan Hukum

 

Polri menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas. Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, mengingat penindakan saja tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas tanpa dibarengi upaya pencegahan.

 

“Kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, tentunya tidak akan selesai masalahnya. Kami bekerja sama dengan Baharkam, khususnya Korbinmas, untuk mencegah lebih dini, menyadarkan masyarakat dengan upaya-upaya sosialisasi ataupun proses edukasi di lapangan,” ucapnya.

 

Dukungan operasional juga disiapkan matang. Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis menyebutkan unsur Brimob telah dikerahkan untuk pemadaman di wilayah yang membutuhkan, sementara tim penyuluhan disebar sesuai tingkat kebutuhan di delapan Polda prioritas.

 

“Yang pertama, kemarin kita sudah memberangkatkan satu SSB dari Brimob untuk pemadaman. Kemudian kita akan segera berangkatkan tim penyuluh yang sudah kita bagi ada delapan Polda prioritas. Jumlahnya tidak sama, kita lihat mana yang lebih membutuhkan untuk bidang penyuluhan ini,” paparnya.

 

Uniknya, pelibatan peserta didik juga memiliki nilai akademik. Mahasiswa S2-STIK akan melakukan pengamatan dan penelitian lapangan guna mendapatkan gambaran nyata persoalan karhutla di lokasi tugas, sekaligus menjadi dasar perumusan solusi yang lebih relevan.

 

Polri menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Melalui sinergi edukasi, koordinasi lintas sektor, kesiapan operasional, dan penegakan hukum, Polri berupaya mengubah masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran sejak akarnya.

 

PMBcom, polri.,”

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *