Pertemuan Sengketa Lahan Kandas: Ketidakhadiran Pihak Terkait Tuai Kecaman, Media Tegas Kawal Keadilan Rakyat

banner 468x60

 

RANTAU PULUNG – Upaya penyelesaian sengketa lahan secara damai melalui jalur musyawarah antara Kelompok Tani Lestari dan PT KNC di Kantor Desa Manunggal Jaya menemui jalan buntu. Proses yang diharapkan melahirkan titik terang ini justru terhambat kendala serius akibat ketidakhadiran pihak yang bersengketa. Situasi ini memicu kekecewaan mendalam dari kelompok tani sekaligus peringatan tegas dari pihak media yang hadir memantau proses tersebut.

 

Ketidakhadiran pihak yang bersengketa dinilai oleh perwakilan Kelompok Tani Lestari dan Kelompok Tani Sumber Mulyo sebagai hal yang sangat disayangkan. Hal ini dianggap sebagai bukti nyata kurangnya itikad baik dari pihak PT NIKP/Gawi maupun Koperasi Plasma Sari untuk duduk bersama mencari jalan keluar atas permasalahan lahan yang terjadi.

 

“Kami berharap dalam pertemuan ini ada kepastian bagi Kelompok Tani Sumber Mulyo maupun Kelompok Tani Lestari. Masalah ini tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut nasib warga yang berdomisili di Kecamatan Rantau Pulung,” tegas perwakilan warga dengan nada kecewa.

 

Menanggapi kebuntuan tersebut, Supriadi, S.Pt., selaku Kepala Biro Perwakilan Media Online Pena Mitra Bhayangkara dan Pena Mitra News, hadir dengan sikap tegas dan jelas tanpa tedeng aling-aling. Ia menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan adanya rekayasa maupun upaya membodohi masyarakat dan para petani yang sedang berjuang.

 

“Kami dengan tegas menyatakan sikap: jangan ada rekayasa dan jangan membodohi masyarakat serta kelompok tani. Kami akan melakukan pengawasan yang ketat. Sebagai jurnalis, kami akan menuliskan apa adanya fakta yang terjadi di lapangan, termasuk segala bentuk pembodohan yang mungkin dilakukan oleh pihak perusahaan,” ujar Supriadi di hadapan warga yang berkumpul.

 

Ia juga menegaskan komitmen penuhnya untuk terus mengawal proses kasus sengketa lahan ini hingga tuntas dan mendapatkan kejelasan serta keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat yang terdampak. Media akan berdiri menjadi pengawal yang ketat agar penyelesaian perkara berjalan transparan dan sama sekali tidak merugikan kepentingan rakyat kecil.

 

“Pengusaha bisa kuat, punya segala-galanya. Tapi ingat, kami punya pena dan tulisan! Kami akan melawan dengan pena itu. Anda tidak bisa membungkam kebenaran. Anda bisa memberikan kami ancaman, tetapi tulisan kami tetap akan berlanjut. Perjuangan masyarakat yang selalu dibodohi oleh pengusaha harus berakhir,” tegas Supriadi dengan nada membara.

 

Ia pun menyuarakan kemuakan hati melihat kenyataan yang ada. “Kami sudah muak melihat keserakahan pengusaha yang ada di Kecamatan Rantau Pulung ini, yang selalu merugikan dan menindas masyarakat. Ketahuilah, masyarakat sekarang sudah tidak bodoh lagi. Mereka sudah tidak mau lagi dibodohi oleh pengusaha yang berdomisili di wilayah ini,” pungkasnya menutup pernyataan yang disambut anggukan setuju oleh para petani.

 

Laporan Amir SP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *